Penulis: Serikat News
Selasa, 30 Mei 2017 - 23:50 WIB
Foto: Dok, Pribadi.
Foto: Dok, Pribadi.
Oleh: Okti Muktini Ali*
Oh, anakku…
Bunda pilu nan rindu
Jauh merantau di negeri orang
Bekerja siang dan malam
Dari jelang subuh hingga tengah malam
Melayani dan merawat majikan tanah seberang
Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun
Lelah tak terhingga, tak juga terbilang
Belajar yang rajin anakku
Kelak dewasa berbaktilah pada negeri dan bangsamu
Bunda dan berjuta-juta
Perempuan merantau jadi TKI
Malaysia, Hongkong, Arab Saudi
Cari sesuap nasi dan masa depan
Karna di negeri sendiri
Tlah hilang asa dan habis ladang pekerjaan
Negara juga bilang
Demi devisa, bunda juga pahlawan.
Yogyakarta, 24 Februari 2010
*Penulis adalah Alumnus AF UshuluddinIAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta th 1992, Mantan aktivis PMII cabang Yogyakarta, Sekretaris KNPI DIY dan Wakil Ketua PW Fatayat NU DIY, Okti adalah fungsionaris PW Muslimat NU DIY. Usai kuliah lama jadi dosen STITY, aktif di LSM . Kini ibu 1 orang putri dan 5 orang putra hasil pernikahannya dengan almarhum Angger Jati Wijaya ini adalah penyiar radio di salah satu stasiun radio swasta di Jogjakarta.
DALAM banyak diskusi tentang masa depan Indonesia, perhatian biasanya tertuju pada pembangunan infrastruktur, investasi, atau industrialisasi. Jalan tol, pelabuhan, kawasan
Oleh: DR. Hendra Dinatha, S.H., M.H. (Deklarator PERADI PROFESIONAL dan Juga Wakil Rektor Universitas Jayabaya, Jakarta) PROFESI advokat pada hakikatnya
Oleh: Suhanto (Ketua PKDI Pasongsongan) MENJADI camat di wilayah dengan karakter geografis yang luas dan kompleks seperti Kecamatan Pasongsongan bukanlah