SERIKATNEWS.COM – Pidato calon presiden Jokowi dalam Konvensi Rakyat di Sentul, Minggu (24/2/2019) yang dihadiri puluhan ribu relawannya menerbitkan semangat baru.
Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo memaklumi adanya pro dan kontra, termasuk dari kubu oposisi yang menilai lebih banyak raja tanah ada di sekeliling Jokowi.
“Pidato Jokowi semakin tegas Setia di Garis Rakyat. Dalam pidatonya Jokowi menegaskan bahwa arah perjalanan bangsa akan diarahkan untuk memperkuat dan mewujudkan keadilan sosial yang nyata. Seluruh energi bangsa diarahkan untuk memperkuat rakyat sebagai subyek pembangunan bukannya obyek. Bagi Jokowi mencintai rakyat itu tindakan bukannya ngomong doang,” ujar Budi Arie Setiadi, Senin (25/2/2019).
Terkait isu pengembalian konsesi tanah, menurut Arie esensinya adalah bahwa seluruh asset produktif negara harus diarahkan bagi pemberdayaan dan kesejahteraan rakyat.
“Kita negara hukum. Rakyat harus memiliki akses terhadap sumber daya negara. Bukan hanya jadi penonton. Soal tudingan pihak-pihak yang punya konsesi tanah ada di sekeliling Jokowi yang dibuka saja ke publik. Banyakan mana sama kelompok pendukung Capres lain. Biar jelas dan terang benderang. Yang pasti Jokowi dan keluarganya tidak ada. Anak-anaknya hanya jualan martabak dan pisang goreng,” jelas Budi.
Ketum Umum Projo ini pun menegaskan implementasi pasal 33 UUD 45 yang sering dijadikan retorika Capres sebelah. Keadilan bagi rakyat bukan hanya dipikirkan Jokowi tapi sudah dieksekusi secara nyata oleh Jokowi.
“Informasi konsesi lahan itu informasi publik. Rakyat boleh dan berhak tahu kok,” pungkas Budi.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...