SERIKATNEWS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan bahwa harga sembilan kebutuhan pokok (Sembako) tetap stabil, tidak ada lonjakan harga secara signifikan pada sejumlah pasar tradisional. Bahkan, justru ada yang mengalami koreksi harga.
Hal tersebut merupakan hasil inspeksi mendadak (Sidak) Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, ke Pasar Kiaracondong, Kota Bandung. Sidak dilakukan untuk mengecek stabilitas harga Sembako pada bulan puasa Ramadan 1440 Hijriah ini.
”Harga-harga sembako masih relatif stabil,” tutur Ridwan Kamil di Bandung, Jabar, Minggu (5/5/2019).
Emil menyebut ada kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan. Itu pun hanya terjadi pada sejumlah komoditas. Bahkan, beberapa komoditas turun harga, misalnya beras kualitas satu hingga empat dari sebelumnya berkisar Rp10-12 ribu perkilogram (kg) menjadi Rp9-11 ribu per kg.
Adapun kenaikan harga terpantau pada komoditas telur ayam broiler dari Rp23 ribu per kg menjadi Rp24 ribu per kg, dan cabai merah tanjung dari Rp35 ribu per kg menjadi Rp40 ribu per kg. Khusus bawang putih, kenaikan terjadi sebagai anomali, sebab harga bawang putih mencapai Rp80 ribu per kg dari harga normal sekitar Rp60 ribu per kg.
Oleh sebab itu, Emil mengaku segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) untuk melakukan operasi pasar. ”Minimal operasi pasar ini bisa membantu meringankan ibu-ibu dengan harga lebih murah. Nanti saya akan berkirim surat pada pemerintah pusat untuk memaksimalkan suplai macam-macam, khususnya bawang, dan dijaga stabilitasnya minimal melalui Bulog,” ucap Emil.
Menurut Emil, Pemprov Jabar akan mengupayakan ketersediaan stok dan stabilitas harga Sembako hingga lebaran. Untuk itu, Pemprov Jabar bakal berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah kota atau kabupaten.
”Pemprov mengkoordinasikan kebutuhan, yang kebijakannya ada di pusat. Jadi, hasil temuan ini akan saya sampaikan ke pusat untuk memastikan sampai lebaran harga-harga stabil,” imbuh Emil.
Salah satu temuan akan dilaporkan yaitu kecenderungan masyarakat dalam membeli barang, seperti pada komoditas daging sapi masyarakat lebih memilih membeli daging sapi segar dengan harga Rp120 ribu per kg. Padahal, pasar sudah menyediakan daging sapi beku dengan harga lebih murah yaitu Rp70 ribu per kg.
”Alasannya banyak. Itu juga perlu edukasi. Padahal, kalau sudah masuk piring sama. Hanya, fisik sebelum dimasak berbeda. Tapi insyallah kami akan jaga terus. Biar Ramadan fokus pada ibadah,” tegas Emil.
Emil juga mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi barang secara berlebihan. Menurut suami Atalia Praratya itu, konsumsi makanan tidak boleh berlebihan. Karena kalau tekanan permintaan mendadak dalam jumlah besar akan menaikkan inflasi dan harga jual. Kalau harga jual terlalu tinggi akan merugikan masyarakat menengah bawah.
”Kaum kecil tidak bisa berbelanja dengan harga murah,” imbuhnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...