SERIKATNEWS.COM – Kabar duka dari Sulawesi yang menewaskan salah satu massa aksi di Kendari, Randi, juga dirasakan oleh Kapolres Probolinggo Kota yang merupakan kader IMM di Kendari.
AKBP Ambariyadi Wijaya selaku Polres Probolinggo Kota menyampaikan bela sungkawa dengan melakukan salat ghaib bersama dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) di Masjid PDM serta memberikan karangan bunga sebagai simbol bela sungkawa.
Dalam agenda silaturahmi ini, Ambariyadi juga mengajak jajarannya dan dilanjutkan salat ghaib yang melibatkan mahasiswa STAI Muhammadiyah Kota Probolinggo dan elemen Muhammadiyah yang lain.
Suasana silaturahmi di Masjid PDM Muhammadiyah Kota Probolinggo penuh dengan keakraban, dan dihadiri oleh Ketum PDM, Masfuk; Ketum Pemuda Muhammadiyah, Ghofur; Ketum IMM Probolinggo, Alfin; Ketum BEM STAI Muhammadiyah, Sambang, serta kader dan mahasiswa.
Ketum PDM, Masfuk mengatakan kejadian di Kendari yang menewaskan kader IMM merupakan sebuah musibah tetapi hukum tetap ditegakkan “Kami jajaran Muhammadiyah meminta agar hukum dapat ditegakkan serta diselesaikan secara transparan,” ungkap Masfuk.
Sementara itu, Ketum IMM Probolinggo meminta secepatnya diproses terkait kasus yang menewaskan kader IMM di Kendari. “Kami meminta pelaku yang menyebabkan anggota IMM meninggal dunia, segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas ketum IMM Probolinggo.
Ambariyadi mengatakan, pertemuan kali ini merupakan bentuk silaturahmi sebagai sesama elemen anak bangsa. Selain itu, juga sebagai ungkapan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa kader IMM di Kota Kendari.
“Pertemuan ini, menurutnya juga sebagai media komunikasi dan koordinasi dengan berbagai organisasi serta elemen masyarakat di Kota Probolinggo, untuk menjaga Kota Probolinggo, agar tercipta rasa aman, nyaman, serta kondusif di masyarakat,” tuturnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...