SERIKATNEWS.COM – Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) melalui Departemen Pengembangan Bisnis dan Kemitraan (PBK) menyelenggarakan program Sekolah Ekspor Impor yang berkolaborasi bersama MDN (Minang Diaspora Network).
Perhelatan acara tersebut dalam rangka merespons pandemi Covid-19 yang membuat kondisi pasar dan pertumbuhan ekonomi global semakin melemah. Akibatnya, stabilitas sosial dan politik dunia serta kebijakan moneter yang diadopsi secara sepihak oleh negara maju yang kemudian mengakibatkan tingkat inflasi melemah, sehingga hal tersebut sangat diperlukan untuk menjadi ruang pengembangan diri dan karier di bidang ekspor dan impor.
Permira sendiri sebagai organisasi yang menaungi seluruh mahasiswa Indonesia di Rusia tumbuh dan berkembang semakin besar hingga memiliki 13 Permira Perwakilan dan atau Permira Perwakilan Gabungan yang tersebar di berbagai wilayah Federasi Rusia.
Organisasi tersebut terdiri dari mahasiswa dan akademisi yang memiliki latar belakang umum yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga Permira saat ini, hadir sebagai wadah kontribusi nyata bagi pemuda bangsa.
Adanya Sekolah Ekspor-Impor ini, mahasiswa Indonesia di Rusia juga masyarakat pada umumnya diharapkan mampu menerapkan regulasi di bidang perdagangan. Khususnya wawasan terkait ekspor dan impor dalam bidang pabean.
Beberapa kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Burmalis Ilyas. MA. M.Si sebagai Direktur Eksekutif Minang Diaspora Network-Global, serta dari ketua Permira, Zidni Ilman, organisasi tersebut dapat menjalankan 3 kelas yang di antaranya bertema, Pengertian Ekspor-Impor, Akses dan Survey Ekspor-Impor, Prosedur Ekspor-Impor, dan Export Costing and Pricing.
Adapun pembicara dalam acara tersebut di antaranya, Fitra Sony, MA, Adhe Alfan, S.Tr.Ak, Benyamin Rasyad, M.Ba, Inta Bozkurt, M.Bc.
“Cara untuk mendapatkan pelanggan ialah dengan, akses dan survei ekspor-pasar impor serta dengan pasar riset dan survei, yang merupakan tindakan penting sebelum menembus pasar,” ungkap Fitra Sony.
Lebih lanjut lagi, ia juga menyampaikan di dalam mendekati pelanggan serta mendekati siklus, dilakukan dengan cara mendapatkan data (CRM) dari sumber manapun, mengirim Email perkenalan, dapatkan umpan balik, produk pengambilan sampel, kontrak perjanjian, dan pengiriman (pengiriman produk).
Sementara Adhe Alfan menyampaikan agar tidak pernah menyerah dan terus mencoba segala sesuatu yang masih bisa dilakukan. Salah satunya adalah terus mencari customer maupun penjual baik secara manual maupun digital.
“Kita harus bisa memanfaatkan era digital ini untuk memperluas jaringan,” Katanya.
Menurut Benyamin Rasyad dan Bu Inta Bozkurt, yang menjadi pertimbangan utama dari menjalankan ekspor impor tersebut adalah kesesuaian produk dan pelabelan, penandaan serta pengemasan yang elegan sehingga diaspora dianggap menjadi jaringan dan mitra terbaik untuk ekspor.
“Meskipun keadaan International saat ini yang sedang tidak stabil, Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (Permira) tetap semangat dan berkarya di berbagai aspek,” pungkasnya.
Dengan perhelatan acara tersebut nantinya bisa menjadi motivasi untuk para mahasiswa dan mahasiswi di negara-negara lain untuk tetap berkarya bersama membangun Indonesia.
Menyukai ini:
Suka Memuat...