SERIKATNEWS.COM – Kepala Desa Walahar, Sujana, melanjutkan pembangunan Masjid Nurul Huda Desa Walahar Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon yang hampir 12 tahun mangkrak.
“Kurang lebih sekitar 12 tahun Masjid Nurul Huda terbengkalai dalam pembangunannya. Kita mencoba sedikit demi sedikit untuk merampungkan pekerjaan itu,” kata Sujana, di Kantor Desa Walahar, Selasa 14 Juni 2022.
Dalam melanjutkan pembangunan ini, Sujana menjelaskan mendapatkan bantuan dari CSR PT Indocement. “Setiap tahunnya kita mendapatkan bantuan dari CSR Indocement sebesar Rp60 juta untuk Desa Walahar dan tahun sekarang dialokasikan untuk pembangunan masjid yang sempat terhenti,” jelasnya.
Dalam pembangunan Masjid dirasa anggaran masih kurang mencukupi. Menurutnya, sampai selesainya ditaksir kurang lebih Rp700 Juta.
“Untuk anggaran sebetulnya kita masih kekurangan, karena untuk sampai finishing pembangunan diperkirakan mencapai kurang lebihnya 700 juta bahkan bisa lebih,” ucap Sujana.
Untuk menambahkan dana pembangunan, pihaknya akan mengajukan proposal kepada Pemprov atau Dinas terkait dan para donatur dernawan yang mau berdonasi untuk pembangunan masjid. Dalam pelaksanaannya, Sujana tidak menargetkan selesai secepatnya, karena dirasa harus disesuaikan dengan anggaran yang masuk.
“Kita tidak menargetkan harus cepat selesai, kita sesuaikan dengan anggaran yang ada untuk sejadinya saja sampai mana. Yang terpenting sedikitnya ada kemajuan dalam pembangunan masjid,” tuturnya.
Sujana berharap, Desa Walahar lebih maju dalam pembangunan, kinerja terus ditingkatkan dan menjunjung tinggi persatuan kesatuan masyarakat agar tercapainya perubahan.
Tedi Setiadi selaku salah satu Pengurus DKM Nurul Huda menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu bersama perangkat Desa Walahar mengadakan rapat di Kantor Desa Walahar. Dalam pembahasannya tentang pencarian dana untuk pembangunan masjid.
Menurutnya, untuk pencarian dana akan terus membuka akses bagi siapa saja donatur dermawan yang akan mendonasikan sebagian rezekinya. “Sekarang Masjid Nurul Huda sudah mempunyai buku rekening BSI (Bank Syariah Indonesia) agar keuangan masjid dapat tersimpan di rekening tersebut,” sambungnya.
Selanjutnya, perangkat Desa Walahar, Ade Sunata, menjelaskan terkait anggaran pembangunan masjid. “Untuk pembangunan Masjid ini dari donatur banyak dan bantuan dari CSR Indocement sekitar Rp60 juta, baru cair tahap 1 sekitar Rp26 juta dan pembangunan Masjid ini memakai dana talang,” jelas Ade.
Lanjut Ade, dalam pembangunan masjid yang sempat terhenti kurang lebih 12 tahun ini, bisa mencapai hingga ratusan juta. Untuk tukangnya sendiri adalah orang-orang yang sudah mahir dalam arsitek dan terbiasa menggarap projek-projek besar.
“Kita berusaha untuk sampai selesai dengan memanfaatkan anggaran seadanya. Jika anggaran sudah habis, ya kita berhenti dulu dan berusaha mencari dana lagi untuk melanjutkan pembangunan,” katanya.
Wartawan Serikat News Kabupaten Cirebon
Menyukai ini:
Suka Memuat...