SERIKATNEWS.COM – Perekrutan Sensus Pertanian atau ST 2023 di Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep, yang diduga tidak prosedural kini mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari aktivis Front Aksi Mahasiswa Sumenep (Fams).
Menurut ketua Fams, Moh Fairus Abadi mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep harus segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Koordinator sensus Kecamatan (Koseka) Dasuk. Sebab, terjadinya polemik dalam perekrutan ST 2023 ini merupakan lemahnya Koseka dalam melakukan pengawasan.
“Saya menduga hal ini terjadi karena Koseka itu kurang jeli dalam melakukan pengawasan terhadap perekrutan ST 2023,” paparnya ke media Serikat-News, Jumat (21/7/2023).
Menurutnya, dalam pelaksanaan ST 2023 soal kinerja yang tidak profesional itu mungkin bisa diberikan teguran. Namun, jika di bawah terbukti ada temuan rangkap jabatan, tidak menutup kemungkinan hal itu ada main mata antara Koseka dengan oknum tersebut.
“Apalagi rangkap jabatan dengan menjadi perangkat desa. Ini sangat kuat dugaan saya bahwa itu ada main mata dengan oknum tersebut,” imbuhnya.
Melihat fakta di bawah, lanjut Fairuz, perekrutan itu diduga sangat amburadul. Isu itu didapati dari pemberitaan beberapa media sebelumnya. Kendati demikian, pihaknya meminta agar BPS Sumenep untuk melakukan perekrutan ulang.
“Bagaimana tidak amburadul, toh kejanggalan yang terjadi sangat fatal, ada yang menggunakan identitas orang lain. Ada juga yang merangkap jabatan. Bahkan, ada yang kinerjanya tidak profesional. Saya minta agar BPS Sumenep melakukan perekrutan ulang,” tukasnya.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...