JEPARA – Persaudaraan umat Hindu dan Islam di Jepara menunjukkan toleransi yang sangat kuat. Tahun 2025 ini, Hari Suci Nyepi 1947 Saka bagi umat Hindu bertepatan dengan bulan Ramadhan 1446 Hijriah bagi warga muslim. Momentum baik ini dimanfaatkan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jepara bersama Panitia Hari Suci Nyepi menjadi waktu yang tepat menggelar kegiatan Saka Bhoga Sewanam.
Pada Jumat (21/03/2025), koordinator aksi sekaligus Ketua Panitia Nyepi 1947 Kabupaten Jepara, Ngarbianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat persaudaraan, toleransi, dan kebangsaan. Aksi sosial tersebut berlangsung di depan Pura Dharma Loka, Plajan, Kecamatan Pakis Aji, pada Minggu (16/03/2025).
“Kegiatan untuk menggugah rasa persaudaraan dan kebangsaan. Kami ingin berbagi dengan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujar Ngarbianto.
Sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada warga yang melintas di depan pura. Paket bhoga tersebut berisi makanan, minuman, dan sayuran segar hasil bumi warga setempat. Kegiatan ini telah menjadi tradisi rutin selama dua tahun terakhir di Jepara.
“Kami sekaligus berbartisipasi dalam agenda giat Panitia Nyepi Nasional yang mengikuti kegiatan serupa yang berlangsung serentak di 28 provinsi di Indonesia,” tambahnya.
Masyarakat warga Jepara menyambut baik aksi sosial ini. Kegiatan ini sebagai bukti nyata toleransi antarumat beragama. Warga yang menerima takjil merasa senang dengan kepedulian umat Hindu terhadap umat Muslim yang berpuasa.
Umat Hindu Jepara Akan Gelar Melasti di Pantai Samudra Bandengang
Sebagai Wakil Ketua PHDI Kabupaten Jepara, Ngarbianto juga menjelaskan rangkaian kegiatan umat Hindu menjelang Nyepi. Mereka akan mengadakan kerja bakti bersama anggota TNI dan Polri. Selain itu, mereka juga akan menggelar donor darah dan membagikan sembako beras kepada masyarakat sekitar yang hidupnya kurang beruntung.
“Selanjutnyam Pada Minggu, 23 Maret 2025, kami akan melaksanakan upacara Melasti di Pantai Tirta Samudra Bandengan,” jelasnya.
Nagrdianto lalu menjelaskan bahwa melasti merupakan ritual penyucian diri dengan membawa pratima atau benda sakral ke laut.
“Ritual ini bertujuan membersihkan diri dan alam semesta dari unsur-unsur negatif sebelum memasuki Hari Raya Nyepi,” pungkasnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kabupaten Jepara memiliki semangat kebersamaan dan toleransi yang tinggi. Ramadhan dan Nyepi menjadi momen untuk mempererat hubungan persaudaraan antarumat beragama.
Penulis Profesional, Dosen, Motivator
Menyukai ini:
Suka Memuat...