SUMENEP – Di tengah gempuran modernisasi industri tembakau, komitmen untuk menjaga warisan budaya lokal justru menjadi sorotan dalam ajang SMSI Award 2025.
Salah satu pelaku usaha asal Sumenep, PR M. Lukman, berhasil meraih nominasi Pelestari Warisan Kretek Indonesia atas dedikasinya mempertahankan tradisi linting kretek khas Nusantara.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam gelaran SMSI Award yang berlangsung di Pendopo Agung Sumenep, Rabu (28/5/2025), dan dihadiri oleh berbagai tokoh daerah dan nasional termasuk Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama, Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, dan Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim.
Pemilik PR M. Lukman, H. Abd Rohim menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas upayanya menjaga nilai-nilai budaya dalam praktik usaha, khususnya di sektor pertembakauan tradisional.
“Bagi kami, kretek bukan sekadar bisnis, melainkan warisan leluhur yang sarat makna sejarah dan kebudayaan. Dinobatkan sebagai nominasi dalam ajang ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab moral,” ujar Rohim.
PR M. Lukman dikenal luas sebagai produsen kretek tradisional yang tetap mempertahankan teknik linting manual serta penggunaan racikan khas lokal. Proses produksi yang melibatkan masyarakat sekitar juga menjadikan usaha ini sebagai salah satu penggerak ekonomi kerakyatan berbasis budaya.
Lebih dari sekadar produk konsumsi, kretek bagi PR M. Lukman dipandang sebagai simbol identitas dan perlawanan budaya, yang telah menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia, khususnya di daerah-daerah penghasil tembakau seperti Madura.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumenep, Wahyudi, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen pelaku usaha yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga merawat kearifan lokal.
“Pelestarian budaya bukan tugas seniman atau pemerintah semata. Dunia usaha seperti PR M. Lukman juga berperan penting dalam menjaga marwah budaya kretek sebagai warisan Indonesia yang otentik,” katanya.
Nominasi ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran di kalangan pelaku industri maupun generasi muda bahwa nilai ekonomi tidak harus mengorbankan nilai budaya. Justru, pendekatan budaya dapat menjadi diferensiasi dan kekuatan bisnis berkelanjutan di tengah persaingan pasar.
Ajang SMSI Award 2025 sendiri merupakan bentuk apresiasi terhadap tokoh, institusi, dan pelaku usaha yang memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya di wilayah Madura. Selain pemberian penghargaan, acara ini juga dirangkaikan dengan penampilan seni musik tradisional Tong Tong, serta pameran UMKM sebagai bagian dari sinergi lintas sektor.
Sebagai informasi, acara penganugerahan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari tiga kabupaten di Madura, jajaran Forkopimda Sumenep, dan pengurus SMSI se-Madura, mempertegas sinergi antara media, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mengangkat potensi lokal.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...