SUMENEP – Pemerintahan Desa (Pemdes) Badur, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, tengah menghadapi tantangan serius setelah lima jabatan perangkat desa setempat mengalami kekosongan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga terkait kelancaran pelayanan administrasi dan pelaksanaan pembangunan desa.
Berdasarkan data yang dihimpun, jabatan yang kosong meliputi Sekretaris Desa serta empat posisi penting lain yakni Kasi Pemerintahan, Kepala Dusun Candi, Kepala Dusun Talaran, dan Kepala Dusun Jalao’an.
Sekretaris Desa, Wildan Firmansyah dikabarkan merantau ke luar daerah sehingga meninggalkan posisi tersebut kosong. Selain itu, beberapa perangkat desa lain juga mengundurkan diri yakni Mahmudi (Kepala Dusun Candi), Tolak Widarsono (Kasi Pemerintahan) dan Moh. Sahodi (Kepala Dusun Talaran). Jabatan Kepala Dusun Jalao’an kosong menyusul meninggalnya Adam beberapa waktu lalu.
“Kami khawatir pelayanan administrasi dan pembangunan di desa akan terganggu jika jabatan-jabatan tersebut tidak segera diisi,” kata seorang warga Desa Badur yang enggan disebutkan namanya, Senin (9/6/2025).
Ia menambahkan, keberadaan perangkat desa berperan penting dalam mengoordinasi berbagai kegiatan termasuk membantu warga dalam urusan administrasi.
“Kami berharap pemerintah desa segera mengambil langkah cepat untuk mengisi kekosongan tersebut agar pelayanan publik dan pembangunan desa dapat berjalan optimal kembali,” harapnya.
Sementara, Kepala Desa Badur, Atnawi belum merespons saat dikonfirmasi Serikat-News terkait hal ini. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Senin, 9 Juni 2025 pukul 12.58 WIB, yang bersangkutan tidak menjawab.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...