PROBOLINGGO – Warga Probolinggo bersiap menyambut kehadiran layanan KRL Commuter Line rute Surabaya-Probolinggo. Layanan transportasi massal ini ditargetkan mulai beroperasi sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.
Rencana tersebut mengemuka setelah Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di Jakarta. Pertemuan itu membahas kesiapan sarana dan prasarana perpanjangan layanan KRL hingga Probolinggo.
Menurut dr. Aminuddin, keberadaan KRL akan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat. Terutama bagi warga yang setiap hari melakukan perjalanan pulang-pergi antara Probolinggo dan Surabaya.
“Usulan ini tentunya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan commuter antarwilayah,” ujar Aminuddin, Sabtu (10/1/2026).
Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kesiapan sarana KRL menjadi salah satu fokus utama sebelum layanan diperpanjang.
“Kami akan melihat kesiapan kereta commuter Indonesia dalam persiapan sarananya,” kata Allan. Ia menambahkan, standar pelayanan pada layanan KRL yang sudah berjalan juga harus tetap terjaga.
Kemenhub merencanakan pola operasional KRL Surabaya–Probolinggo sebanyak dua kali perjalanan. Keberangkatan awal dimulai dari Surabaya pukul 01.50 WIB dan tiba di Stasiun Probolinggo pukul 03.45 WIB.
Selanjutnya, perjalanan dari Stasiun Probolinggo dijadwalkan berangkat pukul 04.10 WIB dan tiba di Surabaya pukul 06.42 WIB. Sementara keberangkatan malam dari Surabaya direncanakan pukul 21.22 WIB dan tiba di Probolinggo pukul 23.36 WIB.
Allan menegaskan target realisasi layanan ini sebelum Lebaran 2026. Ia juga meminta dukungan Pemerintah Kota Probolinggo untuk berkoordinasi dengan KCI dan PT KAI.
“Dengan perpanjangan ini, Stasiun Probolinggo akan lebih ramai. Fasilitas seperti tempat duduk dan toilet perlu ditingkatkan untuk menambah pelayanan,” pungkasnya.
Menyukai ini:
Suka Memuat...