SERIKATNEWS.COM – Anggota Ikatan Alumni UIN Sunan Kalijaga (IKA SUKA), Nastain, mengecam Rektor UIN SUKA karena secara sepihak menghentikan proses Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Al Makin sebelumnya secara sepihak menghentikan proses PBAK yang sedang berlangsung. Dia tidak menyebut dengan jelas alasan pembubaran sebelum semua proses PBAK selesai.
“(Pembubaran PBAK) sudah melalui pertimbangan yang baik. Sudah melalui Salat Istikharah,” demikian terang Al Makin.
Menurut Nastain, tindakan tersebut mencerminkan ketidakdewasaan rektor dalam menyikapi masalah. Bahkan, hal itu mencerminkan sosok rektor yang anti kritik.
“PBAK atau yang dulu namanya OSPEK ini adalah proses penting yang harus dilalui mahasiswa baru di UIN Sunan Kalijaga. Kalau dibubarkan hanya karena adanya kritik terkait mahalnya biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) atau pun lainnya, ini jelas tidak dewasa dan anti kritik,” kata Nastain, Sabtu 20 Agustus 2022.
Menurut Nastain, seharusnya Rektor Al Makin bisa menyikapi situasi ini dengan bijaksana. Selaku pimpinan kampus seharusnya mendengarkan aspirasi mahasiswa.
Apalagi ini soal mahalnya biaya UKT atau pendidikan. Harusnya jadi perhatian bersama, termasuk rektor bahwa pendidikan murah atau dapat dikases semua golongan harus diperjuangkan bersama.
“Jangan sampai pendidikan ini hanya bisa diakses oleh orang-orang yang berkantong tebal saja,” imbuh mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia (PC PMII) Yogyakarta tahun 1995-1997 itu.
Nastain pun menceritakan UIN Sunan Kalijaga dulu dikenal sebagai kampus rakyat atau kampus putih. Karena dari dulu biaya pendidikan di UIN Jogja memang selalu murah.
“Tidak tepat sebenarnya membandingkan dulu dan sekarang. Tetapi memang di antara kampus yang lain dari dulu UIN Sunan Kalijaga selalu murah. Dan kalau ada kenaikkan biaya, mahasiswa pasti demo menolak atau meminta transparansi pengelolaan anggaran kampus,” ungkapnya.
Dia pun mengatakan proses dialektika semacam ini wajar. Apalagi hal tersebut adalah bagian dari demokrasi.
“Ya kampus jangan semena-mena dong. Harus dengar aspirasi mahasiswa. Kalau gak mampu, mundur sajalah. Jangan otoriter begitu,” tegas Nastain. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...