SERIKATNEWS.COM – Kedatangan Mulyana (48) warga Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo bersama kuasa khususnya ke Bank BNI Kraksaan beberapa hari lalu tak memberi kepuasan. Oleh karena itu, keduanya pada Jumat (4/11/2022) pagi ke Polres Probolinggo.
Sekitar pukul 9.30 WIB, Mulyana bersama dengan kuasa khususnya, Mustofa mendatangi Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo melaporkan saudara tiri Mulyana berinisial S, dan Bank BNI yang diduga melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen.
“Kemarin kami memang sempat mendatangi pihak Bank, akan tetapi tidak ada kejelasan juga, oleh karena itu kami sekarang melaporkan apa yang terjadi kepada klien kami perihal uang deposito milik suaminya sebesar Rp200 juta hilang,” kata Mustofa.
Oleh karena itu, Mustofa berharap, kliennya tersebut bisa mendapatkan keadilan dan apa yang menjadi haknya bisa dikembalikan. Terlebih lagi, menurut dia, kliennya harus menghidupi anaknya serta membiayai pendidikannya usai ditinggal suaminya.
“Sebagai seorang muslim melihat ini sangat miris, karena ini menyangkut masalah harta anak yatim, semoga oknum yang terlibat ini segera mendapatkan hidayah dan pihak kepolisian bisa memproses ini seadil-adilnya,” tutur pria asal Kecamatan Kraksaan ini.
Sementara itu, Kepala SPKT Polres Probolinggo, IPTU Gatot Santoso mengatakan, jika pihaknya sudah menerima laporan dugaan pemalsuan dokumen itu dan segera diproses, kemudian akan disampaikan kepada Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi.
“Iya yang dilaporkan itu dugaan penggelapan dan juga pemalsuan dokumen, secepatnya akan kami sampaikan kepada Kapolres dan dalam waktu dekat ini insyaallah akan kami gelar perkara dan pengembangan lainnya,” ujar mantan Kapolsek Tongas ini.
Diberitakan sebelumnya, Mulyana (48) warga Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo didampingi kuasa khususnya, Mustofa mendatangi kantor BNI Kraksaan, Rabu (2/11/2022) siang. Kedatangan keduanya tersebut, mempertanyakan perihal uang deposito milik suaminya diduga digelapkan.
Mulyana menyadari jika uang deposito sebesar Rp200 juta milik almarhum suaminya Hartono yang meninggal dunia pada Bulan Desember 2021 lalu hilang, saat hendak mengambil sebagian uangnya untuk biaya kebutuhan hidup sehari-harinya.
Wartawan Serikat News Probolinggo
Menyukai ini:
Suka Memuat...