Kemenpora Gelar Simposium Kaji Esports Masuk UU Olahraga

15

SERIKATNEWS.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menggelar simposium membahas masa depan eSports. Simposium yang bertema “Interpretasi Esport dalam Wacana Keolahragaan Nasional” akan digelar pada Sabtu 7 September 2019 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengatakan bahwa tujuan dari simposium itu untuk menghindari kerancuan makna tentang eSports. “Kami ingin memformulasikan eSport dalam konteks (olahraga),” kata Gatot di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Kemenpora mengundang sejumlah pembicara yang akan membahas eSports dari berbagai aspek. Beberapa di antaranya ialah pakar ilmu keolahragaan, kesehatan, sosiolog, psikolog, ekonom, budayawan, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tak hanya itu, beberapa kementerian, perguruan tinggi, dan organisasi olahraga juga dilibatkan. Begitu juga dengan pelaku, seperti, komunitas game, pemain eSports, dan developer game akan diundang dalam simposium tersebut.

Gatot menjelaskan, kendati Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) belum mengakomodir soal eSports, Kemenpora saat ini tengah menyusun peraturan menteri. Aturan itu tentang regulasi pelaksanaan eSports menurut prinsip-prinsip olahraga.

Ia mengatakan ada tiga prinsip olahraga, yakni kompetitif, membutuhkan ketahanan fisik, dan kemampuan yang tinggi. Ketiga prinsip itu, menurut dia, ada dalam UU Olahraga.

“Meskipun belum disebut, jangan dianggap haram atau ilegal. Tetapi, mumpung kami sedang melakukan revisi, nanti akan kami masukkan ke UU SKN,” ucap Gatot.

Dengan adanya simposium tersebut diharapkan dapat menjadi kajian terhadap fenomena maupun konsep eSports. Pemerintah juga berharap kajian eSports bisa jadi pertimbangan pengambilan kebijakan terhadap pengembangan keolahragaan.

Hasil dari kajian tersebut nantinya bisa merumuskan analisis dampak positif dan negatif eSports serta menjawab pro dan kontra yang terjadi di publik terhadap kompetisi video game itu.

Baca Juga:  Menpora Mengharap Amanat Presiden Direspons dengan Baik oleh PSSI