SERIKATNEWS.COM – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mendirikan Kalijaganews.com. Sebuah portal media online komunitas baru dalam program studi KPI yang bergerak dalam bidang jurnalistik.
Menurut Nanang Mizwar Hasyim S.Sos., M.Si, Kepala Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, portal Kalijaganews.com dibentuk sebagai wadah implementasi konsentrasi jurnalistik. Sebelumnya, program studi KPI sudah memiliki wadah bagi konsentrasi broadcasting seperti Suka TV, Rasida FM, dan Difikom.
“Dibentuknya Kalijaganews.com tentu diharapkan mampu menjadi wadah dan ruang berekspresi baru bagi mahasiswa yang mengambil konsentrasi jurnalistik. Artinya, didasarkan kepada pemenuhan terhadap profil lulusan profesi jurnalistik,” jelasnya, Jumat 08 April 2022.
Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi menyampaikan harapan agar Kalijaganews.com dapat konsisten dalam menyampaikan ide-ide yang jernih. Karena merupakan media baru, maka harus bisa mencontoh portal-portal berita terdahulu.
“Perlu diperhatikan dan diingat juga bahwa portal Kalijaganews.com harus memiliki ruh keislaman,” katanya.
Pendirian media online ini diawali dengan menggelar workshop dengan tema “Inilah Fakta Dibalik Media Online yang Bikin Merinding.” Workshop ini diadakan secara daring melalui aplikasi zoom dan diikuti ratusan peserta yang didominasi para mahasiswa.
Workshop yang berlangsung pada Kamis-Jumat (7-8 April 2022) menghadirkan empat narasumber yang sebagian besar berpengalaman dalam dunia jurnalistik. Di antaranya co-founder brilio.net, Titis Widyatmoko, dan Muchus Budi Rahayu yang merupakan jurnalis detik.com. Dua narasumber lainnya adalah Digital Manager tribunjogja.com Ikrob Didik Irawan dan Syaiful Amrial Khoir yang merupakan seorang konsultan digital.
Ketua portal Kalijaganews.com Irawan Wibisono, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan agenda awal dalam pembentukan portal Kalijaganews.com. Diharapkan mahasiswa mampu memahami perkembangan jurnalisme saat ini.
“Mahasiswa juga diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dari para narasumber. Kita belajar dulu baru mengeksekusi, jadi kita menggali ilmunya dulu baru kita jalan,” katanya. (*)
Menyukai ini:
Suka Memuat...