Connect with us

Opini

Menjaga Ulama Menjaga Martabat

Published

on

Dok: pixabay.com

Untuk kesekian kalinya saya harus menulis tentang Banser (Barisan Serba Guna Ansor), kehidupan dan kiprahnya selama ini. Pada setiap DTD, Diklat Terpadu Dasar hal yang paling prinsip adalah pengenalan ideologi, sebab yang menjadi suluh pergerakan adalah ideologi yang dianut. Baru kemudian dikenalkan apa itu NU, apa itu Ansor dan apa itu Banser?. Tiga itu wajib diketahui dan dipahami oleh calon anggota.

Tentunya, penjelasannya tentang NU akan bicara sejarah latar belakang, pemahaman atas lambang dan bendera NU, kemudian tentang 3 komponen yang harus terus dilakukan dan diperjuangkan. Apa itu ? pertama adalah fikrah nahdliyah, kedua amaliyah nahdliyah dan ketiga harokah nahdliyah. Ini wajib wadlo’i bagi calon dan anggota tetap Banser hasil baiat dan sumpah setia terhadap NU.

Secara manhajiyah, Banser berpegang teguh pada keyakinan yang benar yakni aqidah Islam, dan bersyariat sesuai madzhab ahlu sunnah wal jamaah. Karena Banser adalah muslim sunni, tentu berpijak pada karakter muslim sunni umumnya yang moderat, egaliter, toleran dan mengerti perbedaan.

Ahlu sunnah wal jamaah, adalah umat Islam yang memiliki metode berfikir keagamaan yang mencakup semua aspek kehidupan yang berlandaskan atas dasar-dasar moderat, keseimbangan dan toleran.

Dalam kitab al-Farqu baina al-Firoq, Syaikh Abdul Qohir al-Tamimy telah menandaskan konsistensi umat Islam yang bernadzhab sunni dalam hal kebenaran  (al-Haq), serta tetap teguh untuk tidak saling kafir-kafirkan orang.

اهل السنة لا يكفر بعضهم بعضا وليس بينهم خلاف يوجب التبرى و التكفير. فهم اذن اهل الجماعة القاءمون بالحق. و الله تعالى يحفظ الحق و اهله فلا يقعون في تنابذ و تناقض

Terkait madzhab itu, ada pandangan syaikh Abdul Qohir bahwa jika muslim berada di madzhab sunni (ahli sunnah wal jamaah) maka sama artinya ia tengah dalam jalan yang benar.

Baca Juga:  Peran dan Tantangan Generasi Melenial

Secara akhlaq, Banser diajarkan tentang tatakrama, sopan santun, sabar dan qona’ah. Sebab dari sejak dibentuknya Banser yang kala 1944 bernama Laskar Hizbullah, Laskar Sabilillah adalah tunduk patuh pada Kiai. Ya memang isi Banser itu adalah anak santri, pemuda yang tertanam rasa cinta negeri. Jangankan utuk memukul ulama, kiai, atau ustadz. dan Jangankan membunuh ulama, mereka Banser menatap ulama atau kiainya saja mereka merasa takut dan segan. Cinta dan hidmatnya Banser pada kiai didasari ta’dhim wa takriman, bukan lihat bentuk fisik orangnya namun kealiman dan ketaatan ibadahnya lah Banser sangat tunduk pada kiai. Menjadi kemustahilan Banser yang terdidik untuk berbuat amoral, berbuat kenistaan, pembubaran pengajian, berbuat pengrusakan, ancaman, dan persekusi. Tegasnya hal itu mustahil.

Secara hidmat, Banser lebih bersikap ikut para kiai, karena juga hidmat pada agama, bangsa dan negeri. Tugasnya mendukung segala upaya baik himayatu al-din (menjaga kesempurnaan agama) maupun himayatu al-daulah (menjaga persatuan, kedamaian negara) yang oleh para kiai NU perjuangkan.

Secara kepribadian masing-masing anggota Banser, mereka hidup bekerja ada yang pedagang, guru, pegawai negeri, komisioner, karyawan, buruh, kerja serabutan dan bahkan ada yang jadi dewan dan Bupati. Beragam aktivitas kehidupannya baru terlihat menjadi sama, satu kesatuan yang utuh saat mana mereka mengenakan seragam Banser.

Setiap kegiatan NU, apakah itu pengajian, istigosah, haul akbar, atau tahlilan. Banser dengan ikhlas menjaga keamanannya, bertanggung jawsb atas kenyamanannya, sebab yang dlihat adalah kiai, ulama. Hidmatnya Banser pada para kiai dan ulama didasari keberkahan yang diharap, sekaligus doanya. Mereka keluar dan pamit dari istri-istrinya utuk mengawal kiai, menjaga kiai dari segala ancaman dan bahaya. Meski tak jarang mereka kembali hanya membawa peluh keringat, dan baju yang lusuh. Di depan pintu sang istri berdiri mengangkang tanda tak ada izin masuk. Banser tetap tegar meski juga saat kembali bertugas menjaga pengajian, mengawal kiai, bensin dan rokoknya dari kantong sendiri. Potret nyata, dan rekam hidup yang dialami banyak anggota Banser.

Baca Juga:  Demo lagi, Demo lagi (Masyarakat Sudah Capek, Demo tidak Produktif)

Saat revolusi, laskar hizbullah dan laskar sabilillah (nama sebelum Banser ) kontribusi atas kemerdekaan Indonesia sangat besar, mereka pun terlibat dalam pembentukan BKR (sebelum TNI) pada 5 Oktober 1945, mereka para laskar dengan heroiknya memukul mundur pasukan Sekutu pimpinan Inggris di 29-30 Oktober dan puncaknya di 10 November 1945. Mereka laskar dan umumnya arek Suroboyo bahu membahu dengan spirit jihad yang difatwakan 22 Oktober 1945 oleh Hadrotusyaikh Hasyim Asyari dan api gelora yang berkoba-kobar mengusir tentara sekutu hingga Surabaya seperti neraka bagi tentara Inggris dan Ghurka ( India ).

 

Kontribusi Banser atas negara yang tak terhingga adalah keberanian dan patriotisme Banser dalam menghadapi PKI dan antek-anteknya di tahun 1966 hingga 1968. RPKAD yang ditugasi Mayjen Soeharto untuk membasmi PKI ternyata dalam faktanya meminta peran Banser untuk brsama melawan dan memberangus PKI, bahkan Banser ambil bagian di front terdepan yang langsung brhadapan dengan gerombolan  PKI, jaminannya Kolonel Sarwo Eddi Wibowo percaya penuh pada kemampuan Banser baik lahir maupun batin. Lagi-lagi Banser mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan negara pun selamat dari kudeta 30 S PKI. Jadi, saat itu kontribusi Banser atas negara ini adalah kontribusi penyelamatan ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI.

Kini, Banser tetap konsisten atas sikapnya yakni menjaga ideologi negara, menjaga keutuhan NKRI, melindungi kebhinekaan dan toleran terhadap perbedaan keyakinan, merawat tradisi dan amaliyah ahli sunnah wal jamaah, menjaga para kiai dan ulama, dan Banser teguh mengayomi umat beragama.

Banser Ku

Banser Kalian

Banser Kita

” Tidak Kembali Pulang Sebelum Kita Yang Menang “.

Advertisement
Advertisement

Terkini

Olahraga45 menit ago

Live Streaming Liga Champions: PSG vs Manchester United

SERIKATNEWS.COM – Paris Saint-Germain (PSG) berhadapan dengan Manchester United (MU) pada laga perdana Grup H Liga Champions 2020/2021. Pertandingan ini...

Olahraga55 menit ago

Live Streaming Liga Champions: Barcelona vs Ferencvaros

SERIKATNEWS.COM – Pertandingan Grup G Liga Champions antara Barcelona vs Ferencvaros digelar pada Rabu (21/10/2020) pukul 02.00 WIB. Bermain di...

Pendidikan2 jam ago

Polda DIY Gandeng KPI UIN Sunan Kalijaga untuk Kehumasan dan Sosialisasi di Masyarakat

SERIKATNEWS.COM – Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga pada hari Selasa (20/10/2020) melakukan koordinasi dengan Humas Polda Daerah...

Hukum4 jam ago

Gelar Aksi di Satu Tahun Jabatan Jokowi-Ma’ruf Amin, Dinas Lingkungan Hidup Angkut 2,1 Ton Sampah Pasca Aksi

SERIKATNEWS.COM – Sejumlah elemen masyarakat kembali menggelar aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta pada Selasa (20/10/2020). Salah satu...

Sosial5 jam ago

Menyongsong 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, GMNI Kediri Audiensi dengan P2TP2A Kabupaten Kediri

SERIKATNEWS.COM – GMNI Kediri yang diwakili oleh Imelda Tri Meiliani dan Lailatul Muharramah mengunjungi kantor P2TP2A Kabupaten Kediri, Selasa (20/10/2020)...

Politik5 jam ago

Setahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Projo: Kabinet Harus Ekstra Serius Urus Rakyat

SERIKATNEWS.COM – Dewan Pimpinan Pusat Ormas Projo melihat kinerja para menteri Kabinet Indonesia Maju tidak maksimal di tengah tantangan pandemi...

Hukum6 jam ago

Aksi Susulan Omnibus Law; Pengamanan Ketat Pelajar oleh Aparat

SERIKATNEWS.COM – Aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta kerja kembali digelar oleh kalangan mahasiswa dan beberapa organisasi buruh Indonesia....

Populer