SERIKATNEWS.COM – Pemimpin Gereja Katolik Roma Vatikan, Paus Fransiskus menyatakan serangan aparat keamanan Israel ke warga Palestina di Yerusalem adalah peristiwa mengerikan. Serangan yang telah menewaskan lebih dari 100 orang itu tidak dapat dibenarkan.
Serangan tersebut juga berpotensi mengarah pada situasi yang lebih buruk. Menurut Paus, dapat menyebabkan lebih banyak korban yang berjatuhan.
“Pada hari-hari ini, bentrokan bersenjata yang kejam di Jalur Gaza dan Israel telah mengambilalih [kendali], dan berisiko merosot menjadi spiral kematian dan kehancuran,” kata Paus Fransiskus seperti dilansir AFP, Minggu, 16 Mei 2021.
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyebut Israel dan Palestina harus segera menghentikan pertempuran yang terjadi. Pihaknya berharap Israel-Palestina melanjutkan pembicaraan jelang pertemuan darurat dengan sejumlah negara di Uni Eropa pada pekan ini.
Menurutnya, bentrokan itu berpotensi menyebabkan sebuah peristiwa yang tidak terduga. Untuk itu, potensi tersebut harus dicegah.
“Apa yang dibutuhkan sekarang adalah mengakhiri serangan roket, mengakhiri kekerasan, dan kembali ke pembicaraan antara Israel dan Palestina dan tentang solusi dua negara,” kata Maas.
Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dan membahas langkah yang bisa dilakukan Uni Eropa untuk mengakhiri konflik antara Israel dan Palestina.
Borrell mengatakan, Uni Eropa telah melakukan upaya diplomatik yang intens untuk mencoba membantu meredakan konflik dengan mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Israel dan Palestina, serta para diplomat dari negara-negara tetangga.
“Prioritas dan pesan UE dalam konteks ini tetap jelas, kekerasan harus diakhiri sekarang,” ujarnya.
Serangan udara dari Israel di Gaza terjadi sejak Senin, 10 Mei 2021. Secara total, serangan itu telah menyebabkan 145 nyawa melayang. Termasuk 41 anak-anak. Serta melukai 1.100 orang lainnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...