SERIKATNEWS.COM – Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 131 nyawa melayang dan lebih dari 300 suporter Arema FC menjalani perawatan di rumah sakit mendapat perhatian dan kritik dari berbagai pihak di dunia. Salah satunya datang dari Legenda Timnas Brasil, Pele.
Pele mengatakan bahwa kekerasan tidak ada tempat dalam olahraga. Seharusnya, dalam olahraga memperlihatkan adanya saling cinta kasih sesama manusia.
“Kekerasan tak punya tempat dalam olahraga. Tidak ada kekecewaan dari kekalahan yang dapat membenarkan kita kehilangan cinta kasih kepada sesama manusia. Olahraga seharusnya menjadi wujud cinta,” tulis Pele melalui media sosialnya, Selasa 4 Oktober 2022.
Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo memandang bahwa tragedi Kanjuruhan disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya karena pintu yang terkunci.
“Sebagai gambaran, tadi saya melihat bahwa problemnya ada di pintu yang terkunci dan juga tangga yang terlalu tajam, ditambah kepanikan yang ada, tapi itu saya hanya melihat lapangannya,” ucap Kepala Negara di Stadion Kanjuruhan, Rabu, 5 Oktober 2022.
Jokowi juga menegaskan bahwa tata kelola persepakbolaan Indonesia perlu evaluasi atau diperbaiki secara keseluruhan. Baik dalam hal manajemen pertandingan, stadion, penonton, manajemen waktu, hingga pengamanan.
“Semuanya harus dievaluasi total agar peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan ini tidak terjadi lagi, jelas semuanya,” tegas Presiden Jokowi. ***
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...