Rapat Koordinasi BEM DIY: Menyikapi Problem Kebangsaan
Penulis: Serikat News
Rabu, 12 April 2017 - 13:54 WIB
Sumber : M. Adi
Yogyakarta,Serikatnews.com -Rapat Kordinasi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Yogyakarta. (BEM DIY) dalam menyikapi permasalahan bangsa di kampus LPP Yogyakarta Rabu (12/04/2017)
Wakil Presiden BEM UIN Sunan Kalijaga, Moh. Adi mengatakan, dalam diskusi tersebut membahas empat permasalahan kebangsaan hari ini.
Pertama membahas tentang arah pendidikan yang semakin hari semakin carut-marut. Karena pendidikan kita sudah digiring oleh kabutuhan pasar dan pesanan asing. Pendidikan bukan lagi menjadi sarana Untuk memanusiakan manusia sesuai dengan amanah UUD 1945.
Selain itu, menurut Adi, membahas tentang problematika keagamaan yang hari ini semakin memperihatinkan. Sehingga Badan Eksekutif Mahasiswa semua sepakat untuk mengadakan acara “Mempringati Isra Mi’raj”.
Sementara yang nomor tiga membahas tentang hari Kartini yang bertepatan pada 22 April. Untuk memperingati hari Kartini bakar semangat perlawan dan perjuangan perempuan.
Terakhir membahas tentang pembuatan Buku untuk jadi pedoman FBD. Sabagai Buku pedoman bagi seluruh Kampus Yogyakarta yang sudah bergabung. (SMH)
YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta menggelar pengajian bagi klien pemasyarakatan di Griya Abhipraya Purbonegoro, Selasa, 28 April
PAMEKASAN — Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Mahasiswa dan Masyarakat Revolusi (Formaasi) bersama Tim Pencari Fakta Nusantara (TPF-N) menggelar
YOGYAKARTA – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan status gizi pelajar masih menghadapi persoalan serius terkait keamanan
JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) tidak hanya berperan dalam advokasi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan
JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa perkembangan dunia kerja saat ini menuntut pekerja tidak hanya mengandalkan ijazah.
GROBOGAN — Upaya mengintegrasikan pembangunan lingkungan dan ekonomi desa mulai diwujudkan melalui gerakan penanaman alpukat yang diinisiasi Ikatan Pemuda Penggerak