BANYUWANGI – Anggota MPR RI Nihayatul Wafiroh yang akrab disapa Nduk Nik, kembali turun menyapa masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Kali ini, kegiatan digelar di Aula Serba Guna Pondok Pesantren Blokagung, Banyuwangi pada Selasa, (10/2/2026).
Acara diikuti para santri, pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, hingga perwakilan wali santri. Suasana hangat dan cair terasa sejak awal, dengan peserta yang aktif menyimak sekaligus berdialog langsung.
Dalam penyampaiannya, Nduk Nik menekankan bahwa Pancasila, NKRI, UUD Tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar materi sosialisasi atau hafalan di ruang kelas. Menurutnya, nilai-nilai itu sebenarnya sudah melekat dalam kehidupan pesantren—mulai dari tradisi gotong royong, sikap saling menghormati, hingga kebiasaan musyawarah saat menyelesaikan persoalan. Utamanya terhadap pada kalangan santri.
“Kalau kita hidup rukun, menghargai perbedaan, dan tetap kompak menjaga Indonesia, itu sudah praktik Empat Pilar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua Umum Perempuan Bangsa itu juga menyinggung tantangan zaman yang makin kompleks, terutama derasnya arus informasi di media sosial. Menurutnya, generasi muda perlu punya pegangan kuat agar tidak mudah terseret isu yang memecah belah.
“Beda pilihan itu biasa, beda pendapat itu wajar. Tapi persaudaraan dan persatuan harus tetap di atas segalanya,” tegasnya.
Dialog berlangsung santai namun berbobot. Sejumlah santri menyampaikan pandangan tentang peran anak muda dalam menjaga kebhinekaan serta bagaimana pesantren bisa menjadi contoh Islam yang ramah dan menjaga keutuhan bangsa.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Nduk Nik berharap, semangat kebangsaan yang tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Blokagung bisa terus menyebar, tidak hanya di Banyuwangi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain.
“Indonesia ini besar karena keberagamannya. Tugas kita bersama adalah merawatnya,” pungkasnya.
Menyukai ini:
Suka Memuat...