SERIKATNEWS.COM – Konferensi Daerah (Konferda) DPD GMNI Jawa Timur akan digelar pekan ini, tanggal 17 hingga 18 Maret 2021 di Kota Batu. Forum wajib dua tahunan ini merupakan ruang adu gagasan untuk setiap DPC GMNI seluruh Jatim bersama DPD GMNI Jatim, serta merupakan forum musyawarah tertinggi untuk memilih nahkoda DPD GMNI Jawa Timur untuk periode 2021-2023.
Ketua DPC GMNI Kediri, Isrofil Amar Dharma Putra yang kerap disapa Bung Amar menjelaskan, Konferda merupakan forum adu gagasan yang sering kali hanya berakhir menjadi ajang adu mulut. Sering juga berakibat fatal karena mengesampingkan esensi dari Konferda sendiri, yaitu menyusun arah gerak DPD dua tahun mendatang.
“Saya yakin setiap peserta Konferda kelak merupakan keder yang memiliki kualitas intelektual yang mumpuni. Sayangnya jika ditilik dalam forum-forum serupa, kawan-kawan sering kelewat batas serta justru sering menampilkan sisi ego sentrisnya masing-masing sehingga berimplikasi terhadap forum persidanganyang menjadi tak kondusif dan tak jarang berakhir ricuh,” katanya.
Amar menjelaskan, poin-poin gagasan yang dibutuhkan bisa saja gagal tersampaikan. Sebab, kebiasaan menonjolkan sisi ego sentris masih saja dilanggengkan oleh oknum-oknum keder GMNI yang tak bertanggung jawab.
“Kawan-kawan kader GMNI yang nantinya terjun di arena Konferda selain harus menyiapkan gagagasan yang progresif-revolusioner. Juga harus membawa misi untuk mewujudkan atmosfer forum yang sehat dan berfokus kepada kepentingan bersama yang dilandasi rasa saling pengertian yang memanusiakan manusia sesua dengan semangat marhaenisme,” terang ketua DPC GMNI Kediri periode 2019-2021 tersebut.
“Habermas telah menyumbangkan gagasan krusialnya tentang teori komunikasi yang berfokus tentang pencarian solusi apabila terdapat pertemuan antar kepentingan. Dalam konteks Indoneisa, tidak ada jalan lain yang bisa kita tempuh untuk mewujudkan harapan Jatim Solid mendatang selain dengan jalur Musyawarah Mufakat,” imbuh Amar.
Menyeruaknya isu nama-nama calon nahkoda periode 2021-2023 yang berkembang di lingkup DPC-DPC saat ini harus diimbangi dengan isu-isu sentral. Hal ini tak kalah penting dijawab seluruh kader GMNI Jawa Timur, terlebih pengurus DPD yang baru kelak.
“Quo Vadis DPD GMNI Jatim adalah persatuan Nasional. DPD Jatim sebagai DPD yang memiliki komposisi DPC terbanyak se-Indonesia harus menjadi patron nasional dengan menyuguhkan model pertarungan gagasan yang apik, elegan, dan berfokus kepada terakomodirnya kepentingan bersama dalam forum Konferda nanti,” pungkas Bung Amar. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...