Connect with us

News

Soal Banjir Jakarta, Keluarga Mahasiswa Betawi : Kalau Tidak Becus, Kami Minta Gubernur DKI Mundur

Published

on

Foto: SerikatNews

SERIKATNEWS.COM-  Jelang pergantian tahun menuju 2020, sejumlah wilayah di Ibu Kota DKI Jakarta hampir rata dikepung oleh banjir. Dampak banjir mengakibatkan belasan ribu warga mengungsi dan sejumlah orang meninggal dunia.

Berdasarkan data terakhir Kamis 2 Januari 2020 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada 31.232 warga yang mengungsi di 269 lokasi pengungsian dan berasal dari 158 kelurahan yang terendam banjir. Sedang jumlah korban meninggal akibat banjir Jakarta mencapai 26 korban jiwa.

Selama 25 (dua puluh lima) tahun hidup di Jakarta, sepengamatan kami banjir kali ini tergolong parah karena berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lantas apa penyebabnya?

“Saya pribadi turut berduka cita atas terjadinya banjir di DKI Jakarta dan terbilang ini yang terparah sepanjang 25 tahun saya hidup sebagai putra asli Jakarta.” Tegas Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Betawi M. Farhan.

Sebenarnya, Kata Farhan sapaan akrabnya, dampak dari curah hujan yang cukup tinggi itu bisa ditanggulangi asalkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaksanakan program dengan cepat yaitu melakukan normalisasi sungai Ciliwung. Sepanjang 33 KM, Pemprov baru melakukan normalisasi 16 KM. Di sisi lain, juga terdapat tertundanya pembangunan bendungan kering.

“Jakarta memang dataran rendah, kite kaga bakal mungkin mampu melawan hukum Allah bahwa air selalu mencari tempat yang lebih rendah, belom lagi Jakarta tiap tahunnya ada penurunan tanah. tapi masyarakat Jakarta menginginkan sebuah upaya pemerintah.” M. Farhan menjelaskan.

Lebih lanjut, “Bagaimana caranya agar teluk Jakarta melahap air lebih cepat. Kita membutuhkan upaya untuk yang benar-benar bisa membuat bahagia sesuai slogan Gubernur, bukan hanya modal retorika.”

Diakhir penjelasannya, ia mengatakan “Ini bukan urusan buly-membully, bukan soal bela-membela, jika tidak menuntut tanggung jawab dari pemimpinnya, lalu rakyat harus berteriak kepada siapa? Kalau tidak becus urus Jakarta, Gubernur mundur aja dari jabatannya.” Tutupnya.

Advertisement

Popular