SERIKATNEWS.COM – Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung memprediksi bahwa tantangan ekonomi pada 2019 tidak akan seberat 2018. Hal ini didukung dengan adanya tren penguatan rupiah serta angka inflasi yang terus terkendali.
“Meskipun tahun ini mau pemilu, tantangan ekonominya justru lebih berat tahun lalu. Kami optimis pembangunan ekonomi berjalan lebih baik lagi,” kata Tantan Heroika, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (31/01/2019).
Tantan menuturkan bahwa pada 2018 muncul gejolak pasar global imbas dicetuskannya perang dagang Amerika-China. Ini merembes pada nilai tukar mata uang yang membuat rupiah ikut tergerus.
“Pada 2019 ini beberapa langkah terus dilakukan. Seperti konsisten dalam pengendalian inflasi. Kalau pun terkoreksi kemungkinan tak akan seperti tahun lalu,” tuturnya.
Dia menambahkan, angka pembangunan ekonomi nasional merujuk pada capaian perekonomian di masing-masing daerah. Terkait hal itu, Kepulauan Bangka Belitung mampu mengendalikan inflasi dan mencatatkan pertumbuhan di beberapa sektor.
Bangka Belitung tercatat mengalami inflasi yang terkendali sebesar 3,18 persen (yoy) atau secara bulanan sebesar 1,51 persen (mtm). Dengan pencapaian tersebut, inflasi Bangka Belitung telah memenuhi target pancapaian inflasi yang ditetapkan pemerintah sebesar 2,5 persen – 4,5 persen (yoy).
“Target inflasi tahun 2018 dapat tercapai berkat sinergi yang baik dan komitmen yang tinggi dari para pemangku kebijakan dalam mengimplementasikan upaya pengendalian inflasi,” ujar Tantan.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...