LAMPUNG – Komitmen Universitas Aisyah Pringsewu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan Fakultas Kesehatan sukses menyelenggarakan edukasi kontrasepsi bagi 30 Wanita Usia Subur (WUS) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi Wanita Usia Subur (WUS) Melalui Edukasi Kontrasepsi” ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Aisyah Pringsewu yang dilaksanakan sepenuhnya oleh mahasiswa dengan pendampingan dosen pembimbing. Tim pelaksana mahasiswa terdiri atas Anna Mulita Suni, Caesar Intan Sani Putri, Ditha Selly Ulfa Hasanah, Eka Ririn Darmawati, Megalianawati, Nanda Ayu Sukresni, dan Riska Cahyani.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, registrasi peserta, pelaksanaan pre-test, penyampaian edukasi menggunakan media leaflet, demonstrasi penggunaan alat peraga (phantom), diskusi interaktif, hingga pelaksanaan post-test dan evaluasi kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa. Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari dosen pembimbing Program Studi Sarjana Kebidanan Universitas Aisyah Pringsewu serta dukungan dari Bidan Koordinator Program Keluarga Berencana UPTD Puskesmas Gading Rejo sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Program tersebut dilatarbelakangi masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai berbagai pilihan metode kontrasepsi, terutama Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Berbagai mitos yang berkembang di masyarakat menyebabkan banyak wanita usia subur masih ragu menggunakan kontrasepsi modern meskipun terbukti aman dan efektif.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian menghadirkan edukasi kontrasepsi melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD) menggunakan phantom, serta diskusi bersama peserta. Sebagai inovasi dalam kegiatan ini, tim mengembangkan media edukasi berbasis QR Code yang terintegrasi pada stand banner. Melalui pemindaian QR Code menggunakan telepon pintar, peserta dapat mengakses leaflet digital yang memuat informasi mengenai berbagai metode kontrasepsi, manfaat, efektivitas, efek samping, serta klarifikasi terhadap mitos yang berkembang di masyarakat. Media tersebut memungkinkan peserta mempelajari kembali materi edukasi secara mandiri setelah kegiatan selesai.
Ketua Tim Pengabdian, Hikmah Ifayanti, S.Keb., Bdn., M.Kes., menjelaskan bahwa edukasi kesehatan reproduksi harus mampu menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat dengan informasi yang benar dan mudah dipahami.
“Masih banyak wanita usia subur yang memperoleh informasi kontrasepsi dari cerita atau mitos yang belum tentu benar. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan edukasi berbasis bukti ilmiah sehingga masyarakat dapat menentukan pilihan kontrasepsi secara lebih tepat, aman, dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat signifikan. Sebelum mengikuti edukasi, tidak terdapat peserta yang memiliki kategori pengetahuan baik mengenai kontrasepsi, sementara 60 persen masih berada pada kategori pengetahuan kurang. Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, 93,3 persen peserta berhasil mencapai kategori pengetahuan baik, sedangkan kategori pengetahuan kurang turun menjadi nol persen.
Perubahan positif juga terlihat pada aspek sikap dan motivasi peserta. Sebanyak 96,7 persen peserta menunjukkan sikap positif terhadap penggunaan kontrasepsi modern setelah mengikuti edukasi. Selain itu, 80 persen responden memiliki motivasi tinggi untuk memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan perencanaan keluarganya.
Menurut tim pengabdian, capaian tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dikombinasikan dengan demonstrasi langsung serta media pembelajaran digital mampu meningkatkan pemahaman sekaligus menghilangkan berbagai miskonsepsi mengenai penggunaan kontrasepsi, khususnya MKJP.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim PKM juga menyerahkan hibah stand banner edukasi kontrasepsi berbasis QR Code kepada UPTD Puskesmas Gading Rejo. Media tersebut dipasang secara permanen di ruang pelayanan Keluarga Berencana sehingga masyarakat dapat mengakses informasi kontrasepsi kapan saja melalui pemindaian QR Code.
Koordinator Program Keluarga Berencana UPTD Puskesmas Gading Rejo, Siti Solekhawati, S.Tr.Keb., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin dengan Universitas Aisyah Pringsewu.
“Media edukasi berbasis QR Code ini akan menjadi sarana yang sangat membantu pelayanan konseling keluarga berencana. Masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar secara mandiri sehingga proses konseling menjadi lebih efektif,” ungkapnya.
Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa turut berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, edukasi, pendampingan peserta, hingga evaluasi hasil kegiatan sebagai bentuk pembelajaran berbasis pengalaman di masyarakat.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan, Universitas Aisyah Pringsewu berharap inovasi edukasi kesehatan seperti ini dapat terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan reproduksi masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan penggunaan kontrasepsi yang tepat, mengurangi kehamilan yang tidak direncanakan, serta mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi dan tenaga kesehatan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan pendekatan edukasi yang inovatif dan berbasis teknologi, informasi kesehatan kini semakin mudah diakses sehingga mampu mendorong perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih sehat. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...