Surat Terbuka Untuk Menteri PUPR

589

Salam Sejahtera

Tulisan ini saya tujukan kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bapak Basuki Hadimulyono. Sebelumnya perkenankan saya untuk mengucapkan salam bangga saya atas kinerja Bapak yang kinclong dan moncer sebagai salah seorang Menteri dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Kerja keras yang selama ini Bapak tunjukkan kepada bangsa Indonesia, membuahkan hasil yang sangat manis dan luar biasa dalam kemajuan infrastruktur negara kita. Salut dan angkat topi untuk Bapak yang rendah hati, sederhana dan merakyat.

Terkait isu yang lagi ramai saat ini soal penanganan Kali Item atau Kali Sentiong oleh Gubernur Jakarta, terus terang saya sangat miris dan prihatin. Sudah caranya konyol, lalu dibumbui pula dengan ucapan membela diri dengan menyalahkan Gubernur Jakarta sebelumnya yang menurut dia adalah warisan. Saya hafal sekali dengan kondisi Kali tersebut, belasan tahun saya selalu melewati jalan itu dan tahu persis bagaimana ekosistem dan lingkungannya. Sejak Pak Jokowi menjabat Gubernur Jakarta dan kemudian dilanjutkan oleh Pak Ahok, cuma di era kedua pemimpin itulah lingkungan dan ekosistem Kali Item dibenahi.

Pak Ahok tidak ambil pusing dengan julukan tukang gusur, dia menertibkan rumah dibantaran Kali Item yang bersebelahan dengan Wisma Atlet. Tanggul beton dibangun untuk menggantikan tanggul batu kali yang sudah ada, dan jalan inspeksi dibuat cor beton untuk menormalisasi kali. Hasilnya kita semua tahu saat ini, lebih tertib dan rapih. Permasalahan bau dan warna kali yang hitam pekat juga diatasi sejak era Pak Ahok. Namun sayang kini warna kali dan bau kembali seperti semula. Itu sekelumit dari saya soal kondisi Kali Item dulu dan sekarang.

Baca Juga:  ​Raker Gatika: Meneguhkan Gerakan Anti Narkoba di Kampus

Kembali pada soal menangani bau dan warna hitam kali, saya ada beberapa solusi sementara yang bersifat jangka pendek untuk mengatasinya menjelang perhelatan Asian Games ini. Sengaja saya buat tulisan ini untuk Menteri PUPR dan bukan untuk Gubernur Jakarta. Jadi dalam kacamata saya yang hanya berdasarkan logika dengan pendidikan bukan lulusan S3, cara-cara yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut:

1) Membendung atau menutup aliran-aliran kali yang menuju Wisma Atlet, ini dimaksudkan untuk melokalisir agar kali yang dibelakang Wisma Atlet tidak menerima aliran air warna hitam.

2) Mengeruk lumpur hitam di aliran kali dimulai dari titik bendungan hingga belakang Wisma Atlet.

3) Menyedot air di kali yang telah dilokalisir ini ke mobil tangki dan membuangnya ke tempat lain, lalu mengisi aliran kali dengan air yang tidak berwarna hitam.

4) Kali yang telah dikuras ini mungkin airnya akan berwarna coklat tapi minimal tidak lagi hitam dan menyebabkan bau.

5) Menempatkan beberapa petugas PPSU dititik-titik tertentu sepanjang kali yang dilokalisir ini untuk bertindak sebagai pengawas kebersihan kali.

Jika memang kali dibelakang Wisma Atlet tetap mau ditutup, maka penutupan jangan menggunakan kain waring seperti yang dilakukan saat ini. Ada cara yang lebih elegan dan tidak terlihat bodoh dan konyol yaitu:

1) Pasang kuda-kuda dari baja ringan di tanggul beton yang membentuk segitiga seperti kalau kita ingin bangun rumah.

2) Tutup kuda-kuda tersebut dengan banner warna putih yang telah dicetak dengan logo Asian Games, lambang cabang-cabang olah raga dan bendera negara peserta.

3) Pasang mesin sedot udara atau Blower fan dibawah banner untuk menciptakan sirkulasi udara dan menghilangkan pengap pada permukaan kali yang ditutup banner.

Baca Juga:  Respon Pengurus Pusat GMKI Terhadap Perayaan Paskah 2018 di Monas

4) Pasang lampu diatas banner untuk memberikan efek pencahayaan saat malam hari.

5) Pasang banyak pohon yang cukup tinggi dan rindang dalam pot yang besar dan taruh dipinggir jalan (bibir tanggul).

6) Ajak para sponsor untuk membiayai atau istilahnya adalah pakai dana CSR, karena saya yakin banyak perusahaan yang mau terlibat dan mendukung.

Dengan kali yang ditutup banner Asian Games, pohon yang rindang dan efek lampu yang canggih, saya yakin atlet dari negara lain yang melihat dari lantai atas Wisma Atlet tidak akan terganggu dengan pemandangan kali.

Semoga sumbang saran ini bisa bermanfaat dan saya sangat berterimakasih jika saran ini ternyata dipergunakan oleh Kementrian PUPR. Saya yakin bahwa Bapak dan tim adalah orang-orang tangguh dan pekerja keras. Memang sangat mepet waktunya tapi dimana ada kemauan dan usaha, pasti ada berkat yang melimpah.

Lebih lengkapnya Silahkan Buka:   Video https://m.youtube.com/watch?v=ColnXJYhMqc&t=16s