KLAIM
Beredar sebuah link video di Youtube dengan narasi 48 orang meninggal setelah divaksin. Link ini beredar melalui pesan WhatsApp, baru-baru ini.
Pengguna nomor WA membuat narasi terkait link Youtube itu. Pengguna nomor WA itu mengaitkan tewasnya puluhan orang itu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan seolah-olah terjadi di Indonesia.
Dengan narasi sebagai berikut: “Nyata sekarang kegiatan istana yg terselubung terbongkar. Setelah divaksin rakyat meninggal 48 orang. Sekarang komentar apalagi. Jokowi dan rakyat beda vaksin. Ya allah begitu busuk rezim penghianat rakyat jadi kelinci percobaan. Sudah kapal jatoh. Vaksin mematikan rakyat. Jokowi itu musti ditangkap sangat bahaya ini visi jokowi bukan visi mentri. Semua apa kata jokowi. Lengserkan pemimpin penghianat.”
FAKTA
Setelah ditelusuri, faktanya klaim bahwa 48 orang tewas setelah divaksin Covid-19, tidak berdasar. Faktanya, tidak ditemukan informasi resmi dan valid mengenai hal itu.
Sejauh ini, hingga Minggu siang, 17 Januari 2021, tidak ditemukan informasi orang yang mengalami kejadian fatal setelah divaksin Covid-19. Vaksin yang disuntikkan ke sejumlah orang di Indonesia, secara umum masih terpantau aman.
Di sisi lain, link Youtube yang dibagikan pengguna nomor WA itu mengandung konten yang menyesatkan. Di antaranya dari sisi judul video yang menyebutkan 48 orang tewas di Korea Selatan (Korsel) setelah divaksin Covid-19. Untuk klaim ini, kami pernah menemukan hal senada pada Oktober 2020. Klaim 48 orang tewas di Korsel karena vaksin Covid-19, menyesatkan.
Referensi:
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GbmqAo4b-cek-fakta-48-orang-dilaporkan-tewas-di-korea-selatan-usai-disuntik-vaksin-covid-19-cek-faktanya
https://www.youtube.com/watch?v=KHzDdFSmnXs
https://archive.md/6LbM
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/JKRA5P7k-48-orang-tewas-setelah-divaksin-covid-19-hoaks
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...