SERIKATNEWS.COM – Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin menyampaikan perolehan suara penghitungan sementara real count yang dilakukan oleh Direktorat Saksi TKN.
Sebagai informasi, Direktorat Saksi TKN memiliki aplikasi bernama JAMIN, sebuah aplikasi pelaporan saksi mulai dari TPS.
“Aplikasi ini memudahkan saksi untuk melaporkan hasil penghitungan suara serta foto C1 dari TPS,” kata Lukman Edi, Wakil Direktur Direktorat Saksi TKN, melalui keterangan tertulisnya yang diterima serikatnews.com, Minggu (21/4/2019).
Untuk menghasilkan data C1 yang akurat, ada sekitar 250 orang yang bekerja tiap hari selama 24 jam yang terbagi menjadi 3 shift untuk melakukan verifikasi C1.
Hingga saat ini, penghitungan suara nasional sementara mencapai 14.66% dari total 813.350 TPS seluruh Indonesia. Sesuai data aplikasi yang bisa kita monitor real time, total data suara yang masuk per hari ini jam 16.30 WIB adalah 119.216 dari 813.350 TPS dengan total perolehan suara 23.847.734 suara.
Perolehan sementara ini menunjukkan Paslon Jokowi-KH. Maruf Amin 55,16% (13.155.012 suara) mengungguli Paslon Prabowo-Sandiaga Uno yang mendapatkan hasil 44.84% (10.693.723 suara).
“Hasil rekapitulasi suara TKN hampir sama dengan perolehan KPU. Sedikit berada diatas hasil KPU. Ini menandakan bahwa kita sejalan dengan apa yang dilakukan KPU, termasuk kendala yang,” ujar Lukman Edi.
Lukman menambahkan bahwa awalnya TKN menargetkan penghitungan pada H+1 mencapai hingga 50% suara. Namun ternyata terjadi beberapa kendala besar di lapangan seperti rekapitulasi yang kebanyakan baru terjadi di kecamatan. Hal ini memakan waktu yang cukup banyak.
Kerusakan data Klaim Kemenangan Kubu Prabowo-Sandi
Kubu Prabowo-Sandi mengumumkan klaim kemenangan dengan merelease data QC dengan sampling 3000 TPS. Hasilnya menunjukkan kemenangan 62,23 % untuk Prabowo-Sandi.
Namun ada banyak permasalahan yang ditemukan dalam data tersebut, seperti kesalahan sampling data Provinsi Lampung yang telah direpresentasikan TKN kemarin.
Kesalahan lainnya adalah 10% data rusak, berupa data double, alamat TPS tidak lengkap, angka suara kedua Paslon tidak lengkap.
“Data DKI Jakarta dan Jawa Tengah jumlahnya hampir sama 300-an data, padahal jumlah DPT Jawa Tengah jauh lebih besar dari pada DPT di DKI Jakarta,” imbuhnya.
Lukman juga menegaskan bahwa sebaran TPS tidak merata, sebagian besar hanya mengambil data dari TPS di mana pasangan Prabowo-Sandi memperoleh kemenangan.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...