Penulis: Serikat News
Minggu, 11 Juni 2017 - 05:14 WIB
Foto: Eva K. Sundari
Foto: Eva K. Sundari
Isu-isu pembangunan selalu menjadi perhatian saya. Karena itu saya memilih untuk kuliah di jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya. Selepas dari sana saya meneruskan ke pendidikan pascasarjana di Den Haag, Belanda pada 1996 dalam bidang Politics of Alternative Development Strategy, kemudian pada tahun 2000 di University of Nottingham dalam bidang Economics and Development Economics. Sejak 1997 hingga 2004, saya telah melakukan berbagai penelitian yang berfokus pada pengarusutamaan gender dan pemberdayaan perempuan.
Saya juga telah menulis beberapa modul pelatihan tentang kemiskinan dan advokasi anggaran yang tanggap gender,
termasuk juga berbagai artikel tentang isu-isu gender di surat kabar-surat kabar.
Sebagai anggota Dewa Perwakilan Rakyat sejak 2004, saya menjadi salah satu anggota panita penyusunan sejumlah undang-undang seperti, antara lain: undang-undang anti-diskriminasi berdasarkan ras dan suku, undang-undang ombudsman, undang-undang hak asasi manusia, dan undang-undang tenaga kerja Indonesia.
Pada 2008 bersama dengan beberapa rekan saya mendirikan Kaukus Pancasila dan menjadi presidennya hingga 2014. Kaukus Pancasila adalah sebuah kelompok yang memperjuangkan pluralism di Indonesia. Pada 2011, saya mendirikan Forum Pekerja Migran Asia dan menjadi salah satu anggota panita
pengarah hingga sekaran. Pada 2012 saya menjadi anggota Parliamentarian for Global Action for the Ratification of ICC dan di tahun itu juga saya menjadi anggota Kaukus Parlemen Indonesia dan Kongres Amerika Serikat. Sejak 2015 saya menjadi anggota Board of ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR).
Selain itu saya juga beberapa kali diundang menjadi pembicara dalam sejumlah forum internasional. Pada
Mei 2016 saya menjadi salah seorang panelis dalam Konferensi Women Deliver 2016 di Copenhagen, Denmark. Di tahun yang sama, pada bulan Juli, saya menjadi pembicara dalam Chatam House 2016 International Policy Forum di London.
DI SEBUAH kota kecil di Cirebon, perjalanan intelektual seorang santri dimulai dari rutinitas pesantren yang sederhana: menghafal kitab, belajar falak,
PROBOLINGGO – Kamal, mantan narapidana kasus terorisme asal Probolinggo, berbagi pesan Ramadan yang menarik perhatian. Ia menegaskan pentingnya menahan diri,
BANDUNG – Perjalanan bisnis Sinta Trisnawati membuktikan bahwa kegigihan dan inovasi dapat mengantarkan seseorang menuju kesuksesan. Bermula dari usaha jasa
PAMEKASAN – Media sosial Pamekasan belakangan diramaikan dengan candaan seputar kemiripan nama antara Wakil Bupati Pamekasan terpilih, H. Sukriyanto, dengan