SERIKATNEWS.COM – Selenggarakan Rapat Dengar Pendapat dengan Sripeni Inten Cahyani selaku Plt Direktur Utama PLN, Komisi VII DPR RI mendorong percepatan proyek pembangunan 35.000 MW yang diperuntukkan untuk desa tertinggal, terdepan dan terluar.
“Kami banyak bertanya tentang Road Map Plan PLN 5 Tahun ke depan, terkait capaian percepatan proyek pembangunan 35.000 MW,” kata Ratna Juwita Sari, Senin (25/11/2019).
Sebagai bagian Komisi VII yang membidangi Energi, Riset dan Teknologi, Ratna Juwita menyampaikan pihaknya juga mendiskusikan pemerataan rasio elektrifikasi PLN. Di mana pada akhir tahun 2019 sudah mencapai 98,7%, namun kenyataannya masih ada 2.510 desa yang teraliri listrik.
“Jumlah tersebut melebihi jumlah desa yang tertinggal, terdepan dan terluar, sebanyak 1.138 desa di 65 kabupaten/kota se-Indonesia,” imbuhnya.
Menurut Ratna Juwita, listrik memiliki peran vital, tidak hanya untuk kelangsungan hidup, namun juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dari penuturan Ratna Juwita, RDP berlangsung dialogis. Anggota Komisi VII banyak mengajukan pertanyaan kepada Inten.
“Kami juga menanyakan mengapa PLN sebagai operator tunggal sirkulasi listrik negara selalu merugi? Sehingga membutuhkan subsidi semakin besar dari tahun ke tahun. Bagaimana persentase pemanfaatan subsidi itu? Apakah benar untuk masyarakat yang benar-benar tidak mampu?” ungkap Ratna Juwita.
Namun karena keterbatasan waktu, tidak semua pertanyaan Komisi VII dijawab oleh Plt Dirut PLN secara terperinci. “Namun PLN telah menyanggupi untuk menjawab secara tertulis disertai data faktual,” katanya.
Adapun terkait wacana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), Komisi VII telah meminta kepada PLN untuk tidak dinaikkan.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...