SERIKATNEWS.COM – Provinsi Jawa Timur mencatatkan penambahan kasus positif virus korona atau Covid-19 tertinggi dalam tiga hari terakhir. Kementerian Kesehatan mencatat pada Kamis (21/5/2020) ada 502 kasus, Jumat (22/5/2020) ada 131 kasus, dan Sabtu (23/5/2020) tercatat 466 kasus. Jadi total kasus baru positif Covid-19 pada tiga hari tersebut mencapai 1.099 kasus.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanggapi mengenai meningkatnya angka pasien positif Covid-19 di wilayahnya. Menurut Khofifah, naiknya jumlah pasien positif Covid-19 lantaran semakin masifnya petugas melakukan pengetesan, baik melalui rapid test maupun polymerase chain reaction test (PCR) dan melakukan tracing.
“Jadi PCR dan rapid secara masif, kemudian tracing juga dilakukan. Maka sekarang angka (pasien) seperti itu,” ujar Khofifah saat siaran langsung dalam program iNews Siang, Senin (25/5/2020).
Menurutnya, beberapa Kabupaten di Jawa Timur sudah berinisiatif untuk membeli mandiri rapid test. Langkah tersebut diambil setelah dilakukan pengecekan test di tempat yang ramai dan rawan dengan penyebaran.
Khofifah menambahkan bahwa Pemda Jawa Timur pun mendapatkan bantuan dari Gugus Tugas pusat terkait alat dari PCR test. Selain itu, pihaknya mengatakan laboratorium untuk memproses test PCR sudah bertambah di Jawa Timur.
“Tadinya cuma ada tiga lab, sekarang jadi sudah ada enam lab untuk PCR test,” katanya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...