KLAIM
Beredar narasi yang menyebutkan penyebab tingginya angka positif kasus covid-19 di Indonesia dikarenakan adanya tes Polymerase Chain Reaction (PCR ), swab dan rapid test. Narasi ini beredar di media sosial. Berikut narasi yang diunggah: “Yang bikin banyak positif bukan acara pernikahannya, tapi testnya. Coba seandainya kagak usah test2an, rapid, swab, dll. Mereka akan hidup damai sentosa tanpa ada apa-apa.”
FAKTA
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa penyebab tingginya angka positif kasus covid-19 di Indonesia dikarenakan adanya PCR dan rapid test adalah keliru. Faktanya, PCR, swab dan rapid test merupakan alat untuk mendeteksi seseorang terjangkit covid-19 atau tidak. Merujuk pemberitaan Medcom.id, ada tiga tes untuk mendeteksi virus korona. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, seluruh tes membutuhkan sampel dari orang yang diduga terpapar korona. Tes pertama, yakni real time polymerase chain reaction (RT-PCR).
RT-PCR berfungsi mendeteksi keberadaan bakteri dan virus. Tes dilaksanakan dengan mengambil sampel swab dari tenggorokan dan hidung seseorang.
“Tes ini menjadi standar utama dan dipakai di seluruh dunia dengan sensitivitas cukup tinggi yaitu 95 persen,” terang Wiku.
Metode selanjutnya tes cepat mokuler (TCM). Metode ini juga memiliki sensitivitas 95 persen dan bisa mendeteksi penyakit lainnya seperti tuberkulosis dan human immunodeficiency virus (HIV).
TCM memerlukan kaset atau cartridge khusus korona. Namun, ketersediaan kaset ini di Indonesia tidak banyak.
“Cartridge-nya kesulitan didapatkan karena di dunia ada persaingan dan semua memerlukan itu,” tutur Wiku.
Selain itu, ada metode tes cepat atau rapid test. Tes ini memiliki sensitivitas yang lebih rendah dibanding RT-PCR dan TCM, yakni hanya 60 hingga 80 persen.
Namun, Wiku mengatakan rapid test bisa digunakan sebagai deteksi dini. Tes ini amat membantu mengingat hasil rapid test bisa diketahui dalam waktu singkat.
“Kalau hasil rapid test-nya negatif, baru dikonfirmasi dengan metode RT-PCR,” ucap dia.
Referensi:
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/Gbmqlm1b-cek-fakta-benarkah-kasus-positif-covid-19-melonjak-akibat-adanya-tes-pcr-ini-faktanya
https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/3NOGPZ3N-mengenal-ragam-tes-korona
https://archive.md/A6cl
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...