SERIKATNEWS.COM – Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung peningkatan produksi GeNose C19. Alat skrining Covid-19 berbasis embusan nafas ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Kami masih berupaya bersama tim UGM untuk memastikan kita bisa memenuhi semua permintaan,” kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers secara virtual Hybrid Launching “GeNose C19 Inovasi Indonesia untuk Kepariwisataan Indonesia” di Jakarta, Jumat (19/2/2021).
Bambang mengatakan saat ini kapasitas produksi GeNose C19 sekitar 1.000 unit per pekan. Namun, permintaan saat ini lebih tinggi dibanding kemampuan produksi, sehingga perlu peningkatan segera untuk produksi alat tersebut ke depannya.
UGM sudah menggandeng lima perusahaan untuk manufaktur GeNose C19. Sedangkan Kemristek sedang memfasilitasi tim UGM dan para mitranya agar bisa meningkatkan produksi dan inovasi dari UGM ini hingga 10.000 unit per bulan.
Menurut Menristek, dengan semakin tingginya kebutuhan skrining Covid-19 dalam negeri, maka penggunaan GeNose C19 dapat dioptimalkan. Inovasi UGM ini dapat digunakan di berbagai tempat.
GeNose C19 menggunakan kecerdasan artifisial untuk mendeteksi Covid-19 dalam waktu kurang dari tiga menit. Harganya sekitar Rp60 juta dan dapat melakukan hingga 100 ribu kali pemeriksaan. Sehingga dapat menjadi solusi penapisan Covid-19 dengan harga terjangkau per tesnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...