Connect with us

Sosial-Budaya

Kolaborasi 70 Seniman Indonesia Baca Puisi tentang Pandemi

Published

on

© Serikat News

SERIKATNEWS.COM – Pandemi virus korona tengah menguji dan mengubah kehidupan secara mendasar dalam berbagai aspek dan lingkup yang luas. Dimensi sosial, kultural, ekonomi, politik, bahkan mental kita harus beradaptasi di tengah persebaran wabah yang cepat, mulai lingkup lokal, nasional hingga global.

Tidak berlebihan jika virus korona merupakan historical break yang akan menandai zaman atau “normalitas baru” di masa depan.

Sebagai respons terhadap keadaan tersebut, para seniman muda Indonesia dari berbagai genre kesenian dan daerah merasa terpanggil untuk ikut memberi sumbangan berupa empati, semangat dan visi pada masa pandemi yang tengah menguji kualitas dan kapasitas kemanusiaan.

Sebab salah satu fungsi seni adalah untuk memberi kekuatan mental di tengah masa-masa sulit, dengan memberi renungan yang segar dan mencerahkan agar dapat bertahan dan melewati tragedi yang sedang terjadi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Serikat News di Jakarta, Kamis (21/5/2020), dijelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan 70 seniman dari penjuru tanah air.

Mereka adalah para sastrawan, musisi, aktor dan aktris, perupa serta videografer. Beberapa nama yang ikut berpartisipasi antara lain Prilly Latuconsina, Gunawan Maryanto, Heru Joni Putra, Heliana Sinaga, Frisca Aswarini, Andy Eswe, Irwan Jamal, Zulkifli Songyanan, serta para seniman lain dari Jakarta, Padang, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Papua dan daerah-daerah lain.

Masing-masing seniman membaca puisi secara online dengan gayanya tersendiri, kemudian dikemas sebagai video kolosal berdurasi 20 menit. Kerja kolaborasi dari para seniman ini untuk menunjukkan bahwa di tengah cobaan wabah, kita perlu untuk saling bekerja sama satu sama lain agar beban yang kita tanggung menjadi lebih ringan dan mudah.

Puisi yang dibaca berjudul Kesunyian Besar Umat Manusia karya Faisal Kamandobat. Puisi tersebut merupakan narasi panjang dengan 43 bait dengan kandungan berbagai tema yang saling berkaitan satu sama lain, mulai alam, sosial, sains dan teknologi, serta spiritualitas terkait pandemi.

Baca Juga:  Pemuda-pemudi Lengkong Gelar Drama Kolosal Pahlawan Seribu

Dengan kekayaan renungan dan nuansanya, diharapkan publik luas dapat memperoleh makna sesuai minatnya masing-masing.

Kolaborasi ini memakan waktu selama 2 bulan, dimulai dengan pengenalan puisi kepada para pembaca, perekaman video, editing dan penciptaan musik latar.

Duduk sebagai organiser kolaborasi adalah Zulfa Nasrullah dan Yopi Setia Umbara dari komunitas sastra Buruan, Bandung. Aditya Saputra bekerja melakukan editing video di belakang layar, dan Syarif Maulana beserta para musisi membuat komposisi sebagai latar puisi.

Judul dari karya kolosal ini adalah #bertahanlahdirumah, sebagai pesan agar kita senantiasa disiplin, sabar dan tegar dalam menghadapi pandemi, serta saling menjaga dan membantu satu sama lain sambil memperkaya renungan, memperkuat mental dan meningkatkan kreativitas di tengah masa sulit.

Tentu, di tengah masa pandemi yang berat ini, kolaborasi ini hanya sebuah sumbangan sederhana dari para seniman, namun semoga dapat memberi makna dan kegembiraan bagi bangsa ini.

Bagi masyarakat yang hendak menyaksikan hasil kolaborasi ini dapat menyimak di kanal Buruan Youtube dengan tajuk “Bertahanlah di Rumah: Kolaborasi Penulis dan Seniman Indonesia.” Video mulai tayang Rabu, 20 Mei 2020 Pukul 16.00 WIB.

Berikut ini video selengkapnya:

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular