SERIKATNEWS.COM – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Indonesia PB PMII, hadirkan Duta-duta Besar Negara di seluruh dunia pada acara Opening Ceremony Peringatan Hari Lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke 62 Tahun. Beberapa Duta besar seperti Rusia, Iran dan Pakistan turut serta menyaksikan gelaran acara yang dihelat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, pada Kamis 31 Maret 2022 tersebut.
Dalam sambutan Duta Besar Rusia, Lyudmila Vorobieva mengatakan, jika Rusia menjadi salah satu negara yang mempunyai banyak warga muslim dan hidup berdampingan. “Di Rusia juga banyak warga Muslim seperti Indonesia dan hidup berdampingan satu sama lain,” katanya.
Lyudmila Vorobieva pun menyampaikan bahwa pemerintahan Rusia juga menawarkan banyak beasiswa untuk mahasiwa. “Rusia menawarkan beasiswa sebanyak 261 per tahun, sekarang ada 700 mahasiswa yang belajar di Rusia. Bicara tentang dominasi barat dan kampanye bahwa semua negara itu setara, tidak ada yang mendominasi secara kebijakan, ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, merespons konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina pada dasarnya dua negara itu saudara dan serangan bersenjata itu menargetkan militer bukan warga sipil. Rusia tidak melakukan serangan pada sipil, tetapi menargetkan pada pangkalan militer.
Ia menambahkan Rusia dan Indonesia mempunyai hubungan diplomatik yang sangat baik. Soekarno pernah mengunjungi Russia empat kali di masa kepemimpinannya. Lagu Rayuan Pulau Kelapa ditranslate dalam bahasa Rusia sebagai wujud penghormatan bagi Indonesia.
Adapun Target kerja khusus PB PMII sendiri adalah menyebarkan Islam yang toleran dan damai. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Ketua Bidang Hubungan Internasional PB PMII, Yanju Sahara.
“Dalam memanifestasikan visi misi ketua umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri, maju dan mendunia. Maju yang mempunyai arti PMII menjadi organisasi mahasiswa yang mampu bersaing di dunia internasional, salah satunya dengan pendidikan. Mendunia dapat berperan sebagai non state aktor dalam mewujudkan perdamaian dunia Peace Keeping, Peace Building dan Peace Making Pogram,” tuturnya.
Ia mengatakan bahwa Rusia, Iran, Pakistan, memainkan peran penting dalam pembangunan peradaban global. Karena itu, pihaknya berharap akan lebih banyak lagi mahasiswa terutama anggota PMII yang akan belajar di sana dan memiliki kesempatan untuk merasakan hidup di negara tersebut.
“Spesifik target PMII mencoba memperluas karya dengan mendirikan beberapa cabang internasional. Menurut kami penting karena jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri meningkat pesat. Kami berharap tahun depan kami dapat membuat cabang lain di Rusia, Iran, Pakistan,” kata Yanju menambahkan.
Lebih lanjut lagi, ia pun merespons adanya konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Ketua Bidang HI PB PMII tersebut mendorong penyelesaian konflik Russia-Ukraina, agar dilakukan di internal kedua negara tersebut.
“Dalam konflik Rusia-Ukraina PB PMII mendorong agar diselesaikan secara internal antar Rusia dan Ukraina. PB PMII percaya Rusia dapat menyelesaikan konflik dengan mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan, dan mendorong agar negara-negara dunia tidak ada yang intervensi dalam konflik tersebut,” pungkasnya.
Menyukai ini:
Suka Memuat...