SERIKATNEWS.COM – Yogyakarta, provinsi yang kaya akan ragam budaya, wisata, dan kuliner. Bagi pengunjung baru, selain bakpia, yangko, dan geplak, makanan coklat monggo juga patut dicoba dan dibawa pulang ke rumah.
Pembuat coklat monggo pertama kali ialah Thierry Detournay, seorang pria berkebangsaan Belgia pada tahun 2001. Sampai di Yogyakarta, dia mulai meracik coklat seperti di negeri asalnya dengan bahan-bahan terbatas yang ada di Yogya.
Dilansir Jogjakita, Kamis, 05 Januari 2023, Detournay pada tahun 2005 mulai menjajakan coklat buatannya di pasar UGM setiap hari Minggu dan di area luar Gereja Kotabaru. Sementara nama coklat monggo sendiri berasal dari kebiasaan warga Yogyakarta yang ramah dan saling menghormati, yaitu mengucapkan kata “monggo”. Secara bahasa, artinya mempersilakan.
Sebelum membeli, alangkah baiknya pengunjung tahu lebih dulu kategori coklat monggo. Mengutip dari artikel yang sama di Jogjakita, berikut sebelas kategori coklat monggo:
- Tablets
- Bars
- Biscuits
- Snacks
- Bites
- Cooking Chocolate
- Gift & Souvenirs
- Pralines
- Kids Products
- Merchandise
- Custom Product
Selain kategori, pengunjung juga perlu tahu berapa persen dan jenis coklat yang ada, di antaranya: dark chocolate 100% , 86%, 77%, 69%, 58%; white chocolate; white coffe; milk chocolate; rosella; dan matcha.
Tak hanya kategori dan jenis, coklat monggo juga punya varian isi (filling). Ada empat varian isi, yaitu plain, nuts, spices, dan fruits.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...