SERIKATNEWS.COM – Memasuki fase akhir dalam kegiatan bulan suci Ramadan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Lancaran, Guluk-Guluk, Sumenep, melaksanakan kajian tokoh pemikiran Al-Ghazali. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Kamis (6/4/2023) .
Ketua Umum HMI Komisariat Lancaran, Ach. Fatoni, mengatakan tujuan dari diadakannya kegiatan rutinitas tahunan ini. Menurutnya, untuk mengisi momentum yang penuh dengan taburan pahala.
“Kami sengaja mendesain beberapa kegiatan di bulan suci Ramadan ini sebagai agenda rutinitas tahunan, juga momentum untuk menggaet taburan pahala serta memantapkan program kerja,” paparnya.
Dia berharap agenda bulan suci Ramadan ini bermanfaat dan segala ilmu dan pengetahuan yang dipelajari diharapkan dapat diserap oleh semua kader.
“Semoga suguhan kegiatan yang kami canangkan bermanfaat, dapat diserap dengan baik oleh semua kader dan selebihnya kami harap bisa diimplementasikan di rumah himpunan nantinya,” harapnya.
Sementara K. Naqib Hasan yang bertindak sebagai pemateri dalam prolognya menyampaikan bahwa HMI Komisariat Lancaran merupakan salah satu komisariat yang orang-orangnya mengedepankan kualitas pemikiran lingkungan. Ditambah lagi dekat dengan pesantren yang mustahil menghilangkan nilai-nilai religiusnya.
“Saya dengar HMI Kom. Lancaran ini sering mengadakan kajian pemikiran tokoh guna membentuk pola pikir kritis kepada setiap kader serta tidak luput juga memasukkan nila-nilai religius yang ada di pesantren dalam tubuh HMI. Pertahankan jangan sampai kemudian luntur,” paparnya.
Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubtara tersebut mengurai silsilah Imam Al-Ghazali secara runut dimulai dari Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i yang merupakan seorang filsuf dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat pada abad Pertengahan.
Koordinator KAHMI Sumenep tersebut menjelaskan tentang sosok Imam Ghazali yang dikenal dengan buah karyanya Ihya’ Ulumuddin. Dan menjadi rujukan dari kitab-kitab lainnya seperti kitab Bidayatul Hidayah dan sebagainya.
“Menurut Al-Ghazali, tasawuf dimaknai sebagai ketulusan kepada Allah dan pergaulan yang baik dengan sesama manusia. Tasawuf itu mengandung dua unsur. Pertama, hubungan manusia dengan Allah dan hubungan sesama manusia. Kedua, hubungan tersebut didasarkan pada akhlak,” tandasnya.
Terpisah, Nabilurrahman salah seorang kader HMI Lancaran sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan HMI di bulan suci Ramadan. “Berkatnya kami dapat memperluas wawasan dari aneka kegiatan yang disuguhkan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, varian kegiatan di bulan suci Ramadan kali ini dimulai dari tanggal 3 sampai 8 April 2023 meliputi Sekolah Administrasi, Kajian Lintas OKP, Khatmil Qur’an. Sedangkan kajian tokoh Pemikiran Al-Ghazali menempati fase akhir yang turut direalisasikan hari ini.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...