BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendorong produktivitas pertanian. Saat ini, sebanyak 15 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) berteknologi canggih bisa dimanfaatkan oleh petani dengan sistem pinjam pakai.
Alsintan tersebut terdiri dari 8 unit combine harvester, 6 unit traktor roda empat, dan satu unit drone sprayer (penyemprot). Ketiga jenis mesin modern ini disiapkan oleh Pemkab Bojonegoro sebagai upaya untuk membantu petani meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, sekaligus mempercepat proses tanam hingga panen.
Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Perlindungan Tanaman, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pemkab Bojonegoro, Yuni Arba’atun, mengatakan bahwa mesin combine harvester mampu memanen padi secara otomatis, menampung, serta memisahkan gabah langsung di sawah. Alat ini jauh lebih praktis dan efisien dibanding cara manual.
“Traktor roda empat sangat bermanfaat dalam pengolahan lahan. Traktor ini memiliki keunggulan lebih irit bahan bakar, mudah dioperasikan, efisien waktu dan meringankan pekerjaan,” tuturnya dalam keterangan tertulis seperti dikutip Sabtu, 13 September 2025.
Adapun drone sprayer dapat digunakan untuk pengendalian OPT dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan menggunakan bahan pengemdali alami misalnya Biosaka, NL1, agensia hayati dan bahan pestisida nabati secara otomatis dengan hasil semprotan yang lebih merata, hemat tenaga, dan presisi.
“Program peminjaman alsintan ini tidak dipungut biaya. Petani atau kelompok tani cukup mengajukan permohonan resmi ke DKPP, nanti tim akan melakukan verifikasi permintaan tersebut dengan melampirkan beberapa syarat, salah satunya fotokopi KTP ketua kelompok tani (poktan) atau gabungan kelompok tani (gapoktan),” jelasnya.
Menurut Yuni Arba’atun, masa peminjaman alsintan ditetapkan selama 20 hari. Namun, jika wilayah setempat masih membutuhkan, kelompok tani dapat mengajukan permohonan perpanjangan waktu peminjaman.
Adapun untuk pengambilan, pengembalian, kebutuhan bahan bakar, dan operator alsintan menjadi tanggung jawab peminjam. Namun, jika kelompok tani tidak memiliki operator, pihak DKPP siap membantu menyiapkan petani yang sudah mengikuti pelatihan. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...