SURABAYA – Pengacara kondang asal Surabaya, Cak Soleh, kembali melontarkan kritik tajam terhadap Gubernur Jawa Timur. Dalam unggahan di akun TikTok @caksholeh, ia menilai bahwa kepemimpinan Gubernur Jawa Timur kurang tegas dalam menangani berbagai permasalahan, termasuk pungutan liar (pungli) di sekolah negeri dan penahanan ijazah siswa yang belum melunasi uang komite.
Cak Soleh membandingkan respons Jawa Timur dengan provinsi lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat yang telah menghapus kebijakan pajak tertentu. Ia juga mengingatkan bagaimana mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bertindak tegas terhadap pungli di sekolah dengan ancaman pemecatan kepala sekolah yang terbukti melakukan praktik tersebut.
“Satu tahun lalu saya pernah buat konten soal pungli di SMA negeri. Kenapa Jawa Timur tidak seperti Jawa Tengah? Saat itu Ganjar Pranowo marah dan langsung bertindak tegas. Kepala sekolah yang tidak mengembalikan uang bisa dipecat,” ujar Cak Soleh.
Selain itu, ia juga menyoroti persoalan penahanan ijazah bagi siswa yang belum melunasi iuran sekolah. Menurutnya, ini merupakan bentuk pungli yang seharusnya dilarang secara tegas oleh Gubernur Jawa Timur.
“Ketika saya viralkan, ijazah memang akhirnya bisa dikeluarkan. Tapi kalau ada instruksi langsung dari Gubernur Jawa Timur untuk melarang penahanan ijazah di sekolah negeri, tentu akan lebih baik. Nyatanya, itu tidak dilakukan,” tambahnya.
Karena itu, Cak Soleh merasa kritik yang ia sampaikan bukan tanpa dasar. Ia berharap gubernur lebih tegas dalam mengambil sikap terhadap isu-isu pendidikan di Jawa Timur.
Pernyataan Cak Soleh ini pun menuai beragam respons dari netizen. Banyak yang mendukung pendapatnya, sementara yang lain menilai bahwa kebijakan di setiap daerah memiliki tantangannya masing-masing.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Gubernur Jawa Timur terkait kritik tersebut.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...