Connect with us

Politik

Harga Bawang Merah Berangsur Stabil

Published

on

Petani Bawang Merah di Brebes © Satu Harapan

SERIKATNEWS.COM – Harga bawang merah berangsur turun seiring dengan bertambahnya pasokan dari sentra bawang merah. Harga bawang merah diperkirakan akan kembali stabil, setelah dimulainya panen di beberapa sentra besar seperti Brebes.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pernah mengingatkan kepada jajarannya agar menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah kondisi ketidakpastian di tengah pandemi virus korona, salah satunya menjaga kestabilan komoditas bawang merah. Kementan memperkirakan bahwa panen raya akan terjadi hingga pertengahan Juni nanti, dan mengisi kebutuhan Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramatjati, Roy menyebut bahwa pasokan bawang merah pada hari Sabtu (30/5/2020) sudah kembali normal. menurutnya, dengan normalnya pasokan bawang langsung berdampak positif terhadap harga komoditas tersebut.

“Hari ini masuk sekitar 20 mobil. Harga langsung turun. Untuk bawang merah super yang sempat di harga Rp 60 ribu sekarang jadi Rp 40 ribu per kilo. Yang ukuran sedang harganya Rp 31 ribu – Rp 35 ribu sekilo. Yang kecil malah udah di kepala 2 (20 ribuan-red). Itu semua harga di tingkat Bandar,” kata Roy.

Roy bahkan memperkirakan dalam beberapa hari ke depan harga akan semakin turun, mengingat pasokan masuk secara stabil dari berbagai daerah, seperti Brebes, Patrol Indramayu, Cirebon sampai Nganjuk.

Menurutnya, beberapa waktu lalu memang pasokan dari Brebes kurang, namun sekarang mulai kembali normal. “Terjadinya kurang pasokan kemarin, akibat situasi perdagangan belum normal. Tapi sekarang sudah berangsur normal, malah bisa-bisa untuk semua kelas ukuran turun harganya,” ujarnya.

Kondisi serupa terjadi di Pasar Induk Cibitung Bekasi, pantauan Kementan pasokan bawang merah dalam beberapa pekan terakhir justru jauh melampaui angka rata-rata normal. Sejak pertengahan hingga akhir Mei, pasokan per harinya berkisar 190 ton (biasanya 140 ton dalam kondisi normal).

Baca Juga:  Pengamat: Ranah Politik Menjadi Tantangan TNI ke Depan

Diketahui bahwa pasar ini sejak beberapa tahun terakhir menjadi barometer pergerakan harga bawang merah nasional, karena memasok kebutuhan di sebagian besar wilayah di Provinsi Jawa Barat, hingga luar pulau Jawa.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati mengatakan pada bulan Mei-Juni sudah mulai banyak panen di daerahnya. Totalnya sekitar 1.182 Hektar yang sudah dimulai panen pada bulan Mei.

“Sebagian besar adalah hasil tanaman di bulan Maret. Panen akan terus lanjut hingga Juni nanti,” kata Yulia.

Pihaknya mengakui, musim tanam bawang merah di daerahnya pada awal tahun ini bergeser sekitar 1 bulan dibanding normalnya, karena petani biasa menanam padi, baru kemudian bawang merah. Jadi wajar bila selama bulan April-Mei bawang dari Brebes tidak sebanyak biasanya.

Advertisement

Popular