SUMENEP – Dua pengusaha tembakau asal Madura, H. Khairul Umam atau yang akrab disapa H. Her dan H. Mukmin mengimbau para petani untuk membatasi luas tanam tembakau pada musim tanam 2025. Imbauan ini disampaikan menyusul kekhawatiran akan potensi anjloknya harga tembakau akibat kelebihan pasokan.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, H. Her meminta petani untuk menanam tembakau dalam jumlah yang lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau biasanya nanam 1.000 pohon, tahun ini cukup 500 saja,” ujar H. Her dalam video yang dikutip, Jumat (11/4/2025).
Ia menyebutkan bahwa saat ini pabrikan tengah dalam kondisi stok penuh. “Dengan pertimbangan bahwa pabrik full stok. Jadi biar harga tetap stabil,” jelasnya.
Hal senada disampaikan H. Mukmin, pengusaha tembakau asal Sumenep. Ia menilai, stok tembakau dari musim sebelumnya masih cukup melimpah, sementara jumlah petani yang kembali menanam tembakau terus meningkat.
“Saya khawatir harga tembakau turun. Stok masih numpuk, petani juga makin ramai tanam lagi,” kata H. Mukmin dalam perjumpaan terbatas bersama Wartawan, Selasa (25/3/2025).
Ia menambahkan, budidaya tembakau bukanlah pekerjaan mudah. Selain membutuhkan proses yang panjang, biaya produksinya juga tinggi.
“Petani tembakau itu ruwet. Biayanya besar. Saya kasihan kalau hasilnya nanti tidak sepadan,” ungkapnya.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...