Connect with us

Cek Fakta

Hoaks, 48 Ribu Orang Dikabarkan Meninggal setelah Menerima Vaksin Covid-19

Published

on

Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial

KLAIM


Beredar informasi di media sosial yang menyebutkan lebih dari 48.000 orang telah meninggal dalam 14 hari setelah menerima vaksin Covid-19.

Akun tersebut mengunggah gambar berisi data yang diklaim berasal dari Medicare Tracking System. Pada unggahannya, akun itu menambahkan narasi sebagai berikut: “Menurut pengacara Thomas Renz, seorang pelapor dengan akses ke data Medicare telah mengkonfirmasi bahwa lebih dari 48.000 orang telah meninggal dalam 14 hari setelah mendapatkan vaksin COVID.”.


FAKTA


Dilansir dari Medcom.id, klaim bahwa lebih dari 48.000 orang telah meninggal dalam 14 hari setelah menerima vaksin Covid-19 adalah salah. Faktanya, tidak ada situs Medicare yang menyimpada data seperti pada klaim.

Dikutip dari Reuters, Juru Bicara dari The Centers for Medicare & Medicaid Services (CMS) mengatakan pihaknya tidak memiliki sistem pelacakan data kematian akibat vaksin.

“Ini bukan klaim yang akurat. CMS tidak memiliki ‘Sistem Pelacakan Medicare’ dan agensi tersebut belum melakukan analisis untuk melacak kematian penerima manfaat terkait dengan waktu vaksinasi COVID-19.” kata juru bicara seperti dilansir Reuters.

Situs web data CMS ( data.cms.gov/ ) menampilkan data “Rumah Perawatan COVID-19” dan “Kasus & Rawat Inap Medicare COVID-19”, tetapi tidak ada data tentang kematian akibat COVID-19 setelah vaksinasi. Asal angka kematian 48.465 tidak jelas dan tidak berdasar.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan di situs webnya bahwa Sistem Pelaporan Kejadian Buruk Vaksin (VAERS) menerima 8.390 laporan kematian (0,0021%) di antara individu yang divaksinasi untuk COVID-19 antara 14 Desember hingga 14 Desember. 2020, dan 4 Oktober 2021. Laporan tersebut tidak dianggap kausal oleh CDC.

Referensi:
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/zNAplz2K-cek-fakta-48-ribu-orang-dikabarkan-meninggal-setelah-menerima-vaksin-covid-19-begini-faktanya
https://www.reuters.com/article/factcheck-vaccine-48000/fact-check-no-evidence-over-48000-people-died-within-14-days-of-receiving-covid-19-vaccine-idUSL1N2R41J6

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Terkini

Ekonomi32 menit ago

Gus Halim: Santri Berperan Gerakkan Ekonomi Desa

SERIKATNEWS.COM – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyatakan, santri berperan besar dalam menggerakkan ekonomi desa....

Sosial-Budaya3 jam ago

Ketum PBNU Ajak Para Santri Refleksikan Kembali Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

SERIKATNEWS.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mengingatkan bahwa Islam di Indonesia pada dasarnya...

News3 jam ago

Kejutan Hari Santri, Kemnaker Luncurkan Seribu Beasiswa Talenta Santri

SERIKATNEWS.COM – Pada gelaran Malam Puncak Amanat Hari Santri 2021, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memberikan kejutan kepada para santri...

Sosial-Budaya3 jam ago

Peringatan HSN 2021 Banyak Diwarnai Kegiatan Akademik

SERIKATNEWS.COM – Sejak adanya keputusan Presiden nomor 22 Tahun 2015, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) selalu...

Sosial-Budaya3 jam ago

RMI PBNU Targetkan Pemetaan SDM NU yang Lebih Konkret

SERIKATNEWS.COM – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) menargetkan adanya pemetaan Sumber Daya Manusia (SDM) NU yang...

News3 jam ago

MURI: NU Pecahkan Rekor Dunia

SERIKATNEWS.COM – Upaya tanpa lelah yang dilakukan Rabithah Ma’had Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) dalam memperingati Hari Santri Nasional...

Sosial-Budaya3 jam ago

Peringati HSN 2021, RMI PBNU Gelar 1000 Khatmil Quran untuk Syuhada

SERIKATNEWS.COM – Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar...

Populer

%d blogger menyukai ini: