Connect with us

Cek Fakta

Hoaks, Menghirup Cuka Dapat Mengobati Covid-19

Published

on

Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial

KLAIM


Beredar narasi di media sosial yang mengklaim menghirup cuka dapat mengobati Covid-19. Akun tersebut mengunggah paragraf berbahasa Melayu berisi pengalaman seseorang yang sembuh dari gejala covid-19 karena menghirup cuka.

Berikut terjemahan narasi yang beredar:

“Mau kasih tahu teman-teman, kalau bisa kalau kita terjangkit covid stadium 3.. jangan dulu ke rumah sakit, berobat cara tradisional dulu… Saya juga sudah stadium 3, masuk rumah sakit dengan mobil sendiri, dan diberi oksigen. Saya minta pulang karena anggota keluarga saya semua sakit di rumah. Alhamdulillah saya diizinkan kembali. Selanjutnya hari aku semakin parah…

Saya ingat ada cuka di dapur. Saya menuangkan cuka di atas handuk, memasukkannya ke hidung saya, menghirup berulang kali, itu benar-benar menyengat. Setelah itu, letakkan handuk di mulut saya, tutupi hidung saya … tarik napas melalui mulutku, tahan 3 kali, itu pintar. Kamu mungkin merasa seperti batuk dan rasanya tidak enak di paru-paru, tetapi tahan saja. Kemudian lepaskan batuk seluruhnya, tarik napas lagi.. biarkan cuka masuk ke mulut.. terasa panas, asam, lalu batuk.. Alhamdulillah banyak keluar dahak berwarna putih bening dari paru-paru dan tenggorokan..lalu baru terasa ringan dan bisa bernafas..ternyata dahak putih ada covid virus yang menutupi saluran udara di paru-paru kita. Alhamdulillah sekarang saya tidak lagi merasa sesak, sesak, lelah dan sulit bernafas

#ikhtiarxsalahkan
Copypaste dari group sebelah”


FAKTA


Dilansir dari Medcom.id klaim bahwa menghirup cuka dapat mengobati Covid-19 adalah salah. Faktanya, tidak ada bukti ilmiah dan dibantah para ahli.

Dikutip dari AFP, membersihkan dahak dari saluran udara pasien dengan menghirup cuka merupakan metode yang tak berdasar. Cara itu berpotensi berbahaya, karena cuka mengandung zat yang bersifat acid jika dihirup.

Baca Juga:  Video Sejumlah Pedagang Marah dan Melawan Satgas PPKM di Lampung

“Dapat berpotensi berbahaya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” kata Dr Helmy Haja Mydin , seorang dokter spesialis pengobatan pernapasan di Rumah Sakit Pantai Kuala Lumpur.

Dampak secara langsung maksudnya, cuka mengandung asam asetat, yang jika terhirup dapat merusak saluran udara, rongga mulut, kerongkongan, dan bahkan mata. Dampak secara tidak langsung yakni menunda mendapatkan pengobatan yang tepat dan berpotensi mengancam jiwa.

Dr Anuradha P. Radhakrishnan — seorang dokter penyakit menular di Rumah Sakit Selayang Malaysia — mengatakan: ” Bantuan cuka dalam pengobatan atau pencegahan Covid-19 tidak berdasar [Tidak ada] data meyakinkan yang dapat diandalkan untuk mendukung klaim ini. “.

Health Desk , pusat global untuk penelitian berbasis bukti tentang Covid-19 yang dibuat oleh organisasi nirlaba Meedan, menanggapi klaim cuka palsu ini.

“Cuka, campuran asam asetat dan air, agak asam. Berbagai jenis cuka dapat mengandung zat lain untuk rasa dan warna. Profesional medis menyarankan agar berhati-hati saat membilas dengan zat yang dapat mengiritasi membran sensitif di hidung, mulut, dan tenggorokan.

“Membilas secara berlebihan atau berkumur dengan zat keras dapat menyebabkan bahaya daripada manfaat kesehatan. Obat kumur dan obat kumur harus mengikuti pedoman medis dan gigi. Metode pencegahan dan pengobatan Covid-19 harus mengikuti pedoman kesehatan dan medis masyarakat”.

Referensi:
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/4ba3pPaK-cek-fakta-benarkah-menghirup-cuka-dapat-mengobati-covid-19-begini-faktanya
https://factcheck.afp.com/http%253A%252F%252Fdoc.afp.com%252F9NU22L-1

Advertisement
Advertisement

Terkini

Literasi1 jam ago

Metode Praktik dalam Pembelajaran Kreatif dan Inovatif di TK Dharma Wanita Moyoketen

GURU adalah sosok yang berjasa. Jika ada yang memposisikan guru sebagai seseorang yang pekerjaannya sebagai pengajar tentu tidak salah, tetapi...

Sosial-Budaya2 jam ago

Siswa Harus Cinta Tanah Air dan Kuasai Iptek

SERIKATNEWS.COM – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Yudian Wahyudi menyebut kekhasan lokasi geografis menjadikan Indonesia negara subur dengan...

News2 jam ago

Presiden Jokowi Resmikan Pasar Pon di Kabupaten Trenggalek

SERIKATNEWS.COM – Dalam perjalanan menuju Helipad Menak Sopal, Kabupaten Trenggalek, Presiden Joko Widodo menyempatkan untuk singgah di Pasar Pon, Selasa,...

Politik2 jam ago

Fahri Hamzah: Pemerintah Buka Dong Peluang Bagi Daerah Ajukan Calon Presiden

SERIKATNEWS.COM – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah meminta pemerintah membuka peluang kepada daerah untuk mengajukan...

News3 jam ago

Lebih Hemat dan Aman, Ini Sederet Keunggulan Kompor Induksi

SERIKATNEWS.COM – PT PLN (Persero) terus mendorong electrifying lifestyle atau gaya hidup baru dengan menggunakan peralatan serba elektrik yang bebas...

Opini3 jam ago

Nasib Dosen Tetap Non PNS, Pemerintah Bisa Apa?

Oleh: Adil Rahmat Kurnia (Ketua Bidang Perguruan Tinggi PB PMII) BERBICARA tenaga pendidik di lingkungan perguruan tinggi maka akan mengenal...

Ekonomi8 jam ago

Kemendag Dirikan Pusat Promosi Ekspor di Entikong

SERIKATNEWS.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendirikan pusat promosi ekspor di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Ditandai dengan penandatanganan nota...

Populer

%d blogger menyukai ini: