Pakaian bagi Jokowi adalah simbol. Tanda. Isyarat. Simbol Batik memiliki makna. Nah, kini Jokowi mengenakan jas berwarna abu-abu biru di Hari Raya. Bagi Jokowi, ajining diri ono ing busana alias harga diri orang itu ada di dalam pakaian yang dikenakannya. Lalu apa makna jas yang dikenakan Jokowi di Istana Merdeka dan di Lapangan Monas dalam menyambut rakyat?
Baju Putih 2014. Ketika Open House Lebaran sebagai Presiden Terpilih di 2014, Jokowi mengenakan baju putih. Baju putih dikenakan untuk memberi gambaran egaliter. Kesederhanaan. Karena saat itu yang berkuasa adalah SBY. Mengunjungi SBY pun di Istana, Jokowi mengenakan baju batik.
Baju Putih di 2015. Open House 2015 tidak dilakukan oleh Jokowi. Dia berkunjung ke Aceh. Jokowi menghormati rakyat Aceh. Berkunjung ke Meulaboh, dia membagikan sumbangan sembako untuk rakyat miskin di Aceh. Apa maknanya? Dia tidak mau unjuk kekuasaan. Dia menolak pamer sok-sok-an Open House.
Batik di 2016. Open House 2016, Jokowi menggelar Open House bersama masyarakat di Istana Kepresidenan Yogyakarta, yang dikenal sebagai Gedung Agung. Di sini Jokowi mengenakan baju batik.
Makna baju batik ini adalah Jokowi menghormati Sultan Hamengku Bawono X. Dia tidak ingin show off, di hadapan penguasa Kerajaan Yogyakarta. Meski Gedung Agung adalah simbol kekuasaan Presiden RI di Yogyakarta.
Gedung Agung didirikan pada 10 Juni 1867 oleh Belanda sebagai Istana yang berfungsi untuk mengawasi Raja Yogyakarta. Gedung Agung berada di dalam Kerajaan Yogya setingkat Kedutaan Besar (Yogyakarta tidak boleh menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain, harus dengan izin Belanda.
Jas 2017. Open House di 2017 mengenakan jas. Dalam gonjang-ganjing politik kasus Ahok, Jokowi pun membuka Open House di Istana Negara. Jokowi mengenakan jas lengkap warna hitam. Di sini Jokowi menegaskan dia adalah sang penguasa. Simbol dan pesan kepada masyarakat. Dia adalah Presiden Republik Indonesia. Pun dia hadir di hadapan rakyat untuk memberikan kehormatan kepada rakyat.
Jas 2018. Open House 2018 Jokowi juga mengenakan jas lengkap dengan sarung. Jokowi untuk kali pertama merayakan lebaran di Bogor. Alasannya, kata Jokowi: “Di Padang pernah, di Aceh pernah, tahun lalu di Jakarta pernah. Tempat tinggal kita kan di Bogor!”
Namun, sesungguhnya ada satu alasan penting. Jokowi harus mendekati kekuatan alam. Energi Batu Tulis yang begitu kuat. Paling dekat adalah Istana Bogor, bukan Jakarta. Jokowi hanya akan menang melawan Prabowo (yang tinggal di Hambalang) jika ingin menang dalam Pilpres 2019. Maka Jokowi merayakan Lebaran 2018 di Bogor.
Jas 2019. Open House 2019 Jokowi memakai jas. Dua jam, 10.00 sampai 12.00 tidak cukup untuk menampung ribuan orang di Istana Merdeka. Maka pukul 11.40 Jokowi keluar dari Istana, untuk menyambut rakyat di Monas.
Lalu apa makna jas Jokowi pada tiga kesempatan Open House di 2017, 2018, dan 2019?
Jokowi hadir di hadapan rakyat sebagai Presiden Republik Indonesia. Jokowi pun mengenakan pin kepresidenan dengan hiasan merah putih (pin resmi Presiden RI). Hanya Presiden RI yang resmi yang boleh mengenakannya. Presiden yang menghormati rakyatnya. Bahkan sampai menemui di Monas.
Lainnya? Nah, inilah simbol dan tanda. Signal kepada rakyat. Kepada Prabowo. Kepada Khilafah. Kepada Wahabi. Kepada Ikhwanul Muslimin. Kepada HTI. Bahwa Jokowi adalah Presiden RI. Jokowi adalah presiden Rakyat. Presiden terpilih dalam Pilpres 2019. Rakyat pun menyambutnya! Demikian Ki Sabdopanditoratu.
Wakil Presiden Penyair Indonesia. Filsuf penemu teori filsafat I am the mother of words. Saya induk kata-kata.
Menyukai ini:
Suka Memuat...