Connect with us

SerikatNews

Kasus Doso Agung Atasi Krane Pelabuhan Pelindo Tertabrak Kapal

Published

on

Foto: (Dok, SerikatNews)

Kasus tertabraknya krane di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang yang dikelola Pelindo III ditangani secara cepat oleh Direktur Utama Pelindo III.

Pemulihan krane terminal oleh Doso dan timnya membuat berita buruk yang videonya viral tersebut menjadi pelajaran menarik dalam menangani krisis yang menerpa korporasi.

Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada hari Minggu, 14 Juli 2019, bersamaan dengan pidato kemenangan Jokowi dalam pemilihan presiden 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor. Keduanya sempat menjadi dua berita paling viral di media dan media sosial.

Tiga jam setelah kejadian, Doso Agung dan timnya telah berhasil memulihkan kondisi terminal yang rusak parah, sehingga terminal petikemas tersebut dapat kembali beroperasi secara normal.

“Kami memang terkejut dengan kejadian tersebut. Namun berkat koordinasi yang cepat dan kesigapan penanganan di lapangan, dalam waktu 3 jam pelayanan sudah pulih,” ujar Dirut Pelindo III Doso Agung.

Di dalam dunia korporasi, krisis akibat kecelakaan kerja, bencana alam, atau kesalahan operasi memang menjadi momok yang menakutkan. Sering kali, perusahaan tidak siap baik dari sisi pemulihan maupun komunikasi kepada publik.

Akibatnya, yang sering kali terjadi krisis justru menimbulkan masalah yang lebih mendalam dan makin sulit dicari jalan keluarnya.

Langkah-langkah yang diambil oleh Dirut Pelindo III Doso Agung beserta jajarannya, menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sangat sigap dalam menghadapi kasus yang mengakibatkan terganggunya pelayanan dan operasi perusahaan.

Yang terpenting dari penanganan krisis, pada umumnya memang terletak pada ketenangan dan kesigapan manajemen, mulai dari manajemen puncak sampai dengan para pekerja di lapangan. Jika tidak ada protokol komunikasi, ketegangan dan kebingunganlah yang akan dialami.

Masing-masing tidak tahu apa yang harus dikerjakan, sehingga setiap karyawan akan bertindak tanpa ada komando dan panduan yang jelas.

Baca Juga:  Kampanye Hitam Harus Dihentikan

Akibatnya, arah penyelesaian atau jalan keluar makin menjauh dari kondisi ideal, dan seiring berjalannya waktu yang sangat mahal, sumber daya yang harus dikeluarkan juga akan makin besar, baik dari biaya maupun sumber daya manusia (SDM) yang harus dilibatkan dalam penanganan.

 

Advertisement

Popular