SERIKATNEWS.COM – Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Kaukus Muda Madura (KM2) Geruduk Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep pada Jumat (12/1/2024). Kedatangan mereka dimaksudkan untuk mendesak kepala perizinan setempat, Abdurrahman Riadi, untuk mundur dari jabatannya karena memberikan pernyataan ihwal dugaan potongan harga pembelian tanah kavling separuh harga kepada pengembang perumahan.
Diketahui, dalam salah satu chat WhatsApp, Kepala Dinas Perizinan secara blak-blakan meminta potongan separuh harga pembelian. “Pokoknya semua pembelian saya diskon 50% ,” ungkap salah satu pengusaha properti Bumi Sumekar.
Sebabnya, melalui redaksi bahasa yang cukup mencekam dan memaksakan negosiasi harga untuk diindahkan, membuat aktivis KM2 geram.
Dalam orasinya, Sahid Badri selaku koorlap aksi menyampaikan, pejabat yang tidak menjalankan amanah jabatannya dengan baik seperti kepala perizinan ini hendaknya segera mundur dan angkat kaki dari Dinas Perizinan.
Aktivis Timur Daya itu menegaskan, apabila fenomena demikian larut dibiarkan, maka secara perlahan marwah Bupati Sumenep akan tergerogoti.
“Karena hal ini hanya membuat malu bupati dan mengotori tagline ‘Bismillah Melayani’ yang menjadi tagline kebanggan bupati,” tegasnya.
Menurutnya, Kepala Dinas seperti ini seharusnya sudah angkat kaki dari Dinas Perizinan Sumenep. Pasalnya, bikin susah pengusaha yang ingin mengais rezeki.
“Bukannya bikin urusan perizinan menjadi mudah, malah mempersulit dan mengambil keuntungan untuk kepentingan pribadinya,” tandasnya. Selain bisa merugikan pengusaha, tindakan Kepala Dinas Perizinan ini cacat secara moral dan etika.
“Maka dari itu, kami atas nama Kaukus Muda Madura (KM2) mendesak Kepala Dinas DPMPTSP untuk mengakui kepada publik bahwa permintaan agar diberi harga lima puluh persen dari harga semestinya untuk satu kavling tanah yang dibelinya kepada pengusaha pengembang perumahan di Kabupaten Sumenep benar adanya bukan fitnah,” katanya.
Jika tidak mau mengakui, maka lebih baik Kepala Dinas Perizinan ini mundur dari jabatannya. “Dan kami akan melaporkan peristiwa memalukan ini kepada bupati, agar Kepala Dinas tak beretika ini dipecat dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Perizinan,” tegas Sahid Badri.
Jurnalis Serikat News Sumenep, Jawa Timur
Menyukai ini:
Suka Memuat...