SERIKATNEWS.COM – Kementerian Perdagangan akan terus mendukung pengembangan sawit di Indonesia sebagai produk andalan ekspor nasional. Peningkatan produktivitas sawit harus terus dilakukan dan tentu harus berkorelasi positif terhadap peningkatan pendapatan petani sawit di dalam negeri.
Menurut Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas), komoditas kelapa sawit memiliki peranan strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Dari sisi perdagangan, ekspor komoditas ini mencapai 32,8 miliar dolar AS dan menyumbang hampir 15 persen total ekspor nonmigas Indonesia pada 2021.
“Kelapa sawit merupakan komoditas yang memiliki banyak turunan, salah satunya minyak goreng. Produk ini menjadi salah satu barang kebutuhan pokok di Indonesia,” kata Mendag Zulhas dalam acara Musyawarah Nasional Pertama 2022 Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) yang digelar di Jakarta, Sabtu 16 Juli 2022.
Minyak goreng sawit menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir. Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Pemerintah telah menerbitkan serangkaian kebijakan.
Pemerintah terus mengevaluasi implementasi kebijakan serta harus adaptif dan inovatif dalam merespons kondisi pasar. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga menerbitkan kebijakan yang mengatur ekspor produk CPO dan turunannya, sehingga dapat memperkuat perekonomian Indonesia.
“Kebijakan-kebijakan tersebut adalah upaya menjamin keadilan, yaitu dari sisi perlindungan konsumen, serta pembangunan kesejahteraan ekonomi petani kelapa sawit dan pelaku usaha di dalam negeri,” tegas Mendag.
Selain itu, Mendag berharap hadirnya AKPSI sebagai mitra pemerintah dapat semakin meningkatkan peran strategis komoditas kelapa sawit dalam perekonomian Indonesia. “Diharapkan AKPSI dapat mendukung penguatan posisi Indonesia sebagai negara produsen sawit terbesar di dunia,” pungkasnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...