Connect with us

News

Memangnya Perlu itu Revolusi Mental? Apa yang Harus Direvolusi?

Published

on

Foto: birojasajabodetabek.com

Namanya revolusi mental, ya pasti mentalnya lah yang direvolusi. Kenapa mental harus direvolusi?

Bukan mental yang harus di revolusi tapi kebiasaan buruk yang sudah membudaya yang kemudian menjadi ciri khas bangsa ini yang harus direvolusi. Makanya disebut “mental”, misalnya “Ah, dia itu punya mental kacung!” Artinya, orang yang dibicarakan tidak pernah bisa bersikap seperti atau untuk menjadi atasan, pemimpin atau boss. Dia selalu merengkuh dan patuh dan sudah puas dan nyaman menjadi pesuruh. Nah, kepribadian dia yang rengkuh, patuh dan tidak bisa geser dari jadi pesuruh ini, karena mungkin dulu orangtuanya bekerja sebagai pesuruh yang pekerjaan itu diwariskan dan orangtuanya juga.

Ada lagi contoh lain, misalnya “Hah, orang itu memang mentalnya maling, kalau ada celah sedikit saja, pasti dicuri!” terdengar kasar bukan? Tapi kalimat itu tidak salah. Kenapa tidak salah? Karena banyak orang yang bekerja, terutama yang menjadi pejabat, mereka tidak bisa lagi membedakan mana yang harusnya menjadi hak rakyat dan mana yang harusnya menjadi haknya dia. Kata “komisi” sudah sangat akrab diantara mereka. Setiap proyek pemerintah yang ada, tidak lepas dari “komisi” untuk para pejabat yang terkait pada proyek tersebut. Kenapa harus demikian? Bukankah jabatan mereka menerangkan apa pekerjaan yang harus dilakukan? Kenapa mereka harus menarik komisi atas kelangsungan dan kelancaran proyek yang diadakan untuk rakyat? Itu yang selalu menjadi pertanyaan kita, pertanyaan rakyat biasa.

Jawaban yang sederhananya adalah, “Karena menarik komisi atas proyek pemerintah yang sedianya untuk rakyat sudah menjadi bagian dari MENTAL mereka. Bagian dari BUDAYA kerja mereka”. Kan itu parah, bukan?

Baca Juga:  Ada 3 Bansos yang Cair Besok

Kalau mereka bilang itu “Komisi”, rakyat bilang itu “Korupsi”.

Dan ketika kita bicara soal KORUPSI artinya kita sedang membicarakan aksi penyelewengan atau penyalahgunaan jabatan untuk mengambil uang negara atau perusahaan untuk kepentingan atau kantong pribadinya atau kantong orang lain.

Nah, apakah para pejabat itu “merasa” bahwa mereka sedang melakukan tindakan “maling”? Tentu tidak! Padahal menurut ajaran agama mereka, maling itu dosa. Tapi karena maling sudah menjadi bagian dari budaya dan mental mereka, tindakan dosa menurut agamapun, menjadi sebuah tindakan yang dibenarkan. Itu sebabnya, mengaku mereka beragama tapi tidak bisa membedakan mana tindakan dosa dan pahala.

Karena alasan “budaya” inilah, maka Presiden Jokowi merasa harus mencanangkan Gerakan Revolusi Mental. Tujuannya untuk apa sih? Ya untuk merubah mental yang dulu ditumbuh suburkan dan sangat bobrok sekali diganti dengan mental baru.

Mental yang berpikir bahwa rejeki dan pahala itu akan datang ketika kita jujur dan rajin bekerja. Mental yang memahami arti agama dan tahu bahwa maling atau mencuri itu salah dan dosa. Apalagi maling uang negara yang notabene adalah uang rakyat juga. Dosanya bisa dua kali, karena selain dosa mencuri, juga dosa menyengsarakan orang banyak. Apa kita mau uang yang kita bayarkan pada negara diambil untuk membiayai kehidupan mewah mereka? Tentu tidak, bukan?

Makanya, adalah kewajiban kita, rakyat biasa untuk bisa mendukung dan menegakkan gerakan revolusi mental ini. Supaya uang yang kita bayarkan pada negara bisa dikembalikan oleh negara pada kita dalam bentuk pembangunan. Dan uang yang kita bayarkan pada negara itu disebut “Pajak”.

Ingat, sekarang ini kita sudah berada dijaman perubahan. Jaman Jokowi, dimana peraturan sudah lebih tegak dibanding jaman sebelumnya.

Advertisement

Terkini

News8 jam ago

Mendag: Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga

SERIKATNEWS.COM – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan bahwa Pemerintah terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau. Terkait...

News14 jam ago

KOPRI PB PMII Berikan Bunga sebagai Tanda Apresisasi untuk DPR RI

SERIKATNEWS.COM – KOPRI PB PMII Memberikan apresiasi kepada DRP RI di Gedung Nusantara II Jakarta dengan menebar bunga sebagai bentuk...

News20 jam ago

Percepat Pembangunan Desa, Gus Halim Minta Mahasiswa dan Pendamping Desa Kolaborasi

SERIKATNEWS.COM – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar meminta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik menjadi media...

News21 jam ago

Metaverse Menurut Bill Gates

SERIKATNEWS.COM – Kehadiran Metaverse diprediksi akan mengubah banyak kebiasaan masyarakat. Menurut Co-founder Microsoft, Bill Gates, ke depannya kebiasaan di dunia...

News22 jam ago

Kemendag: Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai

SERIKATNEWS.COM – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memulai era baru dalam perdagangan fisik emas digital di bursa berjangka. Kini...

Olahraga1 hari ago

Thomas Tuchel, Pelatih Terbaik FIFA 2021

SERIKATNEWS.COM – Pelatih Chelsea Thomas Tuchel dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik FIFA 2021. Penghargaan itu diberikan kepadanya setelah memimpin Chelsea memenangi...

News1 hari ago

Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Tambah 10 SPKLU di Indonesia Timur

SERIKATNEWS.COM – PT PLN (Persero) melakukan peresmian serentak 10 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara...

Populer

%d blogger menyukai ini: