SERIKATNEWS.COM – Jadah manten merupakan makanan kecil atau nyamikan yang sudah dikenal sejak dulu oleh warga lokal Yogyakarta. Pada tahun 2010, jadah manten ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dengan kategori kemahiran dan kerajinan tradisional.
Nyamikan satu ini tercatat dalam kitab Kidung Harsawijaya, sebuah kidung yang menceritakan Kerajaan Singasari dan Majapahit. Di beberapa wilayah pedesaan, jadah manten punya nama lain, yaitu semar mendem.
Dikutip dari Kemdikbud.go.id, Jumat (18/08/2023), jadah manten menjadi hantaran dalam upacara perkawinan di Jawa. Terdapat harapan tersirat dari penyuguhan kue ini, yaitu agar pasangan bisa hidup rukun dan harmonis melewati suka dan duka bersama selamanya. Tak hanya suguhan perkawinan, terkadang jadah manten juga menjadi sajian saat acara keluarga dan arisan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Punya cita rasa gurih dan sedap, teksturnya lengket, jadah manten terbuat dari beras ketan dan santan. Pertama-tama, beras ketan dikukus dengan daun pandan sampai setengah matang. Kemudian keluarkan dari periuk dan masak lagi dicampur santan dan garam dengan api kecil hingga santan menyusut.
Di bagian dalam jadah manten diisi abon daging atau ayam suwir yang sudah matang dan berbumbu. Sedangkan bagian luar jadah manten diselimuti atau dibungkus telur dadar yang dicampur tepung dan santan kental, kemudian dijepit menggunakan tusuk sate.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...