Connect with us

Opini

Mewarisi Ilmu dan Keramat Ulama

Published

on

Mewarisi Ilmu dan Keramat Ulama
Ilustrasi ulama tengah mengaji (Foto: Republika)

Satu persatu ulama dan panutan kita diambil yang maha kuasa, yang maha mematikan. Tidak terduga, tiada pula ada gambaran akan kematian. Semua silih bergantian menuju keabadian. Isak tangis kita belumlah kering, kini air mata itu menetes lagi, sepertinya tak berkesudahan. Yang ada pasrah atas takdir Tuhan seru sekalian alam.

Rasa manusia kita kadang menghujat dan sedikit protes, kenapa harus kiai, kenapa harus orang-orang saleh yang dipanggil pulang? Mereka bagi kita adalah cahaya. Mereka bagi kami adalah pembimbing jiwa. Mereka adalah penyejuk dan pendamai dari sekian prahara hidup kita.

Kita, yang ditinggalkan ini belum sanggup menjadi penerang ajaran agama, penyampai ilmu agama, hamba yang saleh (taqorrub billah) dan teladan yang sempurna. Masih jauh cahaya itu untuk kita lumuri dalam hati, masih gelapnya sisi batin ini, dan terlalu musykilnya prahara kehidupan. Kehadiran ulama adalah kebahagiaan dhohiriyah dan batiniyah kita. Kepergian ulama adalah kegelapan dan malapetaka kita.

Ulama yang dekat dengan Robb-nya adalah ulama yang dikaruniai hidayah dan taufiknya, diberkahkan rezekinya, diluaskan paham ilmunya, dianugerahi haibah dan karomah. Mereka para kiai yang memerankan dengan ikhlas peran murobbi ruhina (guru bagi ruh kita). Mereka para kiai (ulama) dengan prinsip istiqomahnya menasihati, dan memberi jalan keluar persoalan keumatan.

ألعلماء ورثة الأنبياء , وحسبك بهذه الدرجات مجدا وفخرا وبهذه الرتبة شرفا وذكرا, وإذا كان لا رتبة فوق النبوة فلا شرف فوق شرف الوراثة لتلك الرتبة

Artinya: Ulama adalah pewaris para Nabi, cukuplah bagimu dengan derajat ini untuk memperoleh sebuah keagunaan dan kebanggaan diri, cukuplah bagimu dengan tingkatan ini untuk memperoleh kemuliaan dan panggilan yang agung. Ketika sudah tidak ada lagi tingkatan di atas tingkat kenabian, maka tidak ada satupun kemuliaan yang melebihi kemuliaan warisan tingkatan tersebut (lihat di kitab Adabul Alim wal Muta’allim, hal: 13).

Baca Juga:  Kenali Pajak Progresif

Keistimewaan ulama tumbuh dari hatinya yang siddiq (jujur), kecerdasan aqal, dan bersihnya jiwa. Maka Rasulullah Saw. pun memberi pandangannya atas ulama, sebagai generasi penyampai risalah Islam setelah beliau dengan sabda yang berisi pujian untuk umatnya yang alim (faqih).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم

يوزن يوم القيامة مداد العلماء ودم الشهداء

Artinya: Pada hari kiamat nanti akan ditimbang tinta-tinta (karya-karya) para ulama’ dan darah orang yang mati syahid.

ما عبد الله بشيء أفضل من فقه في الدين , ولفقيه واحد أشد على الشيطان من ألف عابد

Artinya: Allah tidak akan disembah dengan sesuatu yang lebih utama dari pada faham dalam ilmu fiqih (agama), karena sesungguhnya satu orang yang ahli dalam bidang ilmu fiqh itu lebih berat bagi setan dari pada seribu orang yang ahli ibadah (tanpa ilmu fiqh).

يشفع يوم القيامة ثلاثة الأنبياء ثم العلماء ثم لشهداء

Artinya: Ada tiga orang yang berhak memberikan syafa’at kepada orang lain nanti pada hari kiamat, yaitu para nabi, para ulama dan para syuhada.

Dan diriwayatkan bahwa para ulama nanti pada hari kiamat berdiri di atas mimbar yang terbuat dari cahaya (nur). Menjadi ulama (kiai), tentu memiliki sarii’a al-dami’ syadida al-khosyati ( سريع الدمع شديد الخشب ), dan dianugerahi katsiro al-haibati mujaba al-da’wati kariima al-akhlaqi ( كثير الهيبة مجاب الدعوة كريم الأخلاق ). Ulama pun punya sikap ab’ada al-naasi ‘an al-fakhsyi (أبعد الناس عن الفخش  ), hingga mereka yang lebih dekat dengan Tuhannya ( واقربهم الى الحق ).

Belum tentu, generasi cahaya ilmu akan bisa dilanjutkan secara cepat. Sebab cahaya akan terus mencari tempatnya di mana kehendak Allah Swt. kepada siapa. Maka kepergian sang alim adalah kesedihan sang alam.

Baca Juga:  Madilog Dalam Sepak Bola

Mengantarkan jasad ulama kita menuju keharibaan Tuhan adalah meninggalkan pilu yang amat dalam. Namun hidup harus terus dilanjutkan, dan kita yakin bahwa Allah pasti mempersiapkan hambanya untuk kemudian mencahayai kembali manusia dan alam semesta ini.

Advertisement
Advertisement

Terkini

Sosial-Budaya14 menit ago

Tata Cara Menggelar Salat Idulfitri 1442 H Saat Pandemi

SERIKATNEWS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan panduan penyelenggaraan Salat Idulfitri 1442 H/2021. Panduan salat id di saat pandemi Covid-19...

News9 jam ago

Jumlah Covid-19 Tembus 1,7 Juta, Gus AMI Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi

SERIKATNEWS.COM – Kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Berdasarkan data terbaru dari Satgas Penanganan Covid-19 Kementerian Kesehatan, hingga Jumat 07...

News10 jam ago

Untuk Perawatan, Pasar Tanah Abang Ditutup Mulai 12 Mei

SERIKATNEWS.COM – Pasar Tanah Abang akan ditutup mulai 12 Mei 2021 hingga Selasa 18 Mei 2021. Pasar tekstil terbesar di...

Opini11 jam ago

Ramadan, Maafkan Kami yang Lemah Ini

TIDAK terasa ramadan akan berakhir. Bulan yang segala lipat ganda pahala dan keberkahan serta napak tilas turunnya al-Qur’an (nuzulul qur’an)...

News12 jam ago

22 Ribu Kendaraan Diputarbalik

SERIKATNEWS.COM – Selama dua hari penyekatan, 6-17 Mei 2021, pada masa pelarangan mudik di wilayah Provinsi Jawa Barat, petugas gabungan...

Ekonomi20 jam ago

Kurangi Impor, Pemerintah Genjot Pengembangan Pabrik Garam Industri

SERIKATNEWS.COM – Pemerintah melalui Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marves) terus mendorong pengembangan pabrik percontohan garam industri di Gresik, Jawa Timur....

Politik1 hari ago

Selesaikan Konflik Papua Secara Holistik dan Kolaboratif

SERIKATNEWS.COM – Konflik yang terjadi di Papua harus diurai akar persoalannya. Kemudian diambil langkah-langkah penyelesaikan secara kolaboratif dan holistik. Hal...

Populer

%d blogger menyukai ini: