SERIKATNEWS.COM – Direktorat Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (PD Pontren) saat ini tengah menyusun buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an. Diharapkan bisa rampung pada September mendatang.
Menurut Direktur PD Pontren, Waryono Abdul Ghafur, metode pembelajaran Al-Quran yang saat ini berkembang di Indonesia bisa jadi ada yang merupakan temuan baru, tidak diperoleh dari kampus-kampus, bahkan mungkin juga karya inovasi dari ulama Al-Qur’an khas Indonesia yang belum dilakukan ulama di dunia. Bahkan, kampus sendiri belum banyak yang melakukan penelitian khusus terkait dengan metode pembelajaran Al-Qur’an yang berkembang di Indonesia.
“Kami merasa bahwa adanya metode-metode pembelajaran Al-Qur’an yang nyata digunakan oleh ulama dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di Indonesia itu menjadi sesuatu yang baru di dunia. Sebab biasanya hanya manahijut tafsir (metode-metode tafsir),” kata Waryono saat memberikan sambutan secara virtual pada Workshop Penulisan Metode Pembelajaran Al-Qur’an di Bogor, Rabu 27 Juli 2022.
Workshop ini berlangsung selama tiga hari, yaitu 27-29 Juli 2022. Diikuti para pakar, praktisi pendidikan Al-Qur’an, akademisi, serta perwakilan dari Kanwil Kemenag Jawa Barat dan Kab Bogor.
“Oleh karena itu, ketika ensiklopedia ini menjadi buku yang tersebar di perpustakaan, semoga dapat juga menjadi pemantik bagi para akademisi dan penelitian untuk melakukan pengkajian atas metode pembelajaran Al-Qur’an lebih lanjut,” ujar Waryono.
Mantan Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini berkomitmen untuk memberikan penghargaan kepada para penemu metode pembelajaran Al-Qur’an. Menurutnya, langkah ini sebagai bentuk kehadiran negara.
“Ini menjadi bentuk rekognisi negara kepada mereka para penemu metode pembelajaran Al-Qur’an. Kita beri penghargaan,” terangnya.
Kepala Subdit Pendidikan Al-Qur’an, Mahrus, mengatakan penyusunan buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an juga diharapkan dapat mengembangkan pendidikan Al-Qur’an sesuai konteksnya. “Agar dapat menyesuaikan kebutuhan para santri, pembelajar Al-Qur’an, sehingga dapat lebih mudah, sesuai sanad, dan lebih mudah untuk dipahaminya,” jelasnya.
Buku ini diharapkan rampung pada September mendatang, sehingga dapat langsung didistribusikan ke kabupaten/kota serta lembaga pendidikan Al-Qur’an sebagai kado hari santri tahun 2022 pada bulan Oktober nanti. “Paling tidak Oktober insya Allah sudah dapat diperbanyak dan didesiminasikan ke publik,” ujarnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...